Persipasi (Bekasi) Bandung Raya Cermin Pragmatisme Sepakbola

poskotanews.com
poskotanews.com

Belum lama ini, warga Bekasi seolah dikejutkan dengan salah satu keputusan manajemen Persipasi Bekasi, yaitu melakukan merger dengan salah satu peserta Liga Super Indonesia yang sekarang menggunakan nama QNB League, yaitu Pelita Bandung Raya. Rasanya tidak berlebihan kalau saya bilang mengejutkan, karena kabar tersebut seolah menjadi oase ditengah dahaga prestasi klub sepakbola Bekasi yang juga belum menunjukkan kapasitasnya sebagai sebuah klub kebaggaan kota besar di pinggiran Jakarta ini.

Keputusan merger tersebut membuat dua manajemen melebur menjadi satu, salah satu konsekuensinya juga menjadikan nama Pelita sebagai nama tim terdahulu harus diganti menjadi Persipasi. Beragam pendapat muncul ketika Pemerintah Kota Bekasi mengamini langkah manajemen Persipasi tersebut dengan turut hadir dan meresmikan merger dua tim itu dalam sebuah acara seremonial di tengah-tengah Car Free Day (CFD) di Stadion Patriot Bekasi, beberapa waktu lalu.

Ekspektasi publik kian menanjak naik terhadap tim ini, sebab dengan bergabungnya Persipasi bersama Pelita Bandung Raya, itu membuat Kota Bekasi memiliki wakil di kancah kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia, QNB League. Hal serupa juga dapat kita lihat di Kota Palembang dengan tim Sriwijaya FC-nya yang dahulu bernama Persijatim Jakarta Timur.

Pada dasarnya memang tidak ada yang salah dengan langkah merger yang di ambil para elite dua klub tersebut yang turut direstui oleh Pemerintah Kota Bekasi, namun, langkah tersebut justru terkesan sebagai langkah instan dalam mencari eksistentsi di kancah sepakbola apalagi prestasi. Pemerintah Kota Bekasi justru terlihat enggan melakukan pembinaan sejak usia dini terhadap bibit-bibit pemain sepakbola yang ada di setiap wilayah di Kota Bekasi.

Sebagai orang awam yang hanya ingin menikmati suguhan sepakbola hanya berharap, agar manajemen Persipasi Bandung Raya dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam melakukan pembinaan usia dini di Kota Bekasi. Terlepas dari kepentingan apapun yang melatarbelakangi pengakuisisian dua tim tersebut. Menajemen dapat lebih professional dalam menjalankan roda manajerial di tubuh internal klub. Perjalanan Persipasi Bekasi beberapa tahun belakangan yang sangat bobrok dan karut marut dapat dijadikan pembelajaran serta evaluasi terhadap tim dan manajemen yang sekarang. (*)

Oleh Fhirlian / Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya / @fhirlian_rizqi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini