Wah! Semangka Buah Yang Tak Alami Di Dunia

SemangkaBanyak orang yang tak menyangka jika semangka yang biasa kita makan sekarang ini bukanlah semangka yang rasa dan bentuknya alami. Menurut ahli kimia Australia, James Kennedy, semangka adalah buah yang paling tak alami di dunia. 

Mengutip National Geographic, buah semangka berasal dari Afrika dan dulunya hanya berdiameter sekitar dua inci atau sekitar lima sentimeter. Selain itu, dahulu semangka memiliki rasa yang sedikit pahit. Namun berkembangnya pengembangbiakan kreatif dan inovatif, semangka kian berubah. Sekarang ini buahnya saja bisa berkembang sampai diameternya lebih dari 60 sentimeter.  Tak hanya itu, beratnya pun juga semakin bertambah dari 4-18 pon atau sekitar 1,8-8 kilogram.

Bahkan menurut catatan Guinnes World Records, semangka paling berat ada di tahun 2013 dari kebun Chris kent di Sevierville, Tennessee, AS. Beratnya mencapai 350 pon atau sekitar 158 kilogram, nyaris sama dengan ukuran beruang. Tak seperti sebelumnya,  semangka modern lebih mudah dibelah, rasanya manis dan memiliki daging buah yang merah segar. Daging buah yang merah ini berhubungan dengan sejarah panjang persilangan dan rekayasa genetik serta seleksi buatan untuk mendapatkan semangka yang sempurna.

Daging buahnya yang sebenarnya adalah plasenta semangka, dan jaringan yang mengelilingi biji, dalam buah modern ini kini mengandung banyak likopen, senyawa yang terkandung dalam tomat dan anggur merah. Semangka saat ini, adalah buah yang mengandung likopen tertinggi, yaitu 40 persen likopen per ons. Bahkan likopennya lebih tinggi daripada tomat.

Semangka mulai menjadi buah tak alami sejak abad ke-20. Hal ini dimulai dengan diperkenalkannya semangka tanpa biji. Semangka tanpa biji ini disebabkan oleh colchicine, senyawa kinia dari crocuses yang menyebabkan pengandaan kromosom. Semangka tanpa biji termasuk semangka dengan kromosom triploid (tiga set kromosom).

Semangka tanpa biji memang banyak disukai, khususnya anak-anak. Namun beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ada banyak nutrisi yang terkandung di dalam biji semangka. Biji semangka terasa seperti biji bunga matahari dan memiliki kandungan protein, vitamin B, magnesium, dan lemak baik yang bisa menurunkan kolesterol dan penyakit kardiovaskular.

Jadi yang dimaksud tak alami menurut ahli kimia Australia, James Kennedy adalah buah ini ‘berubah’ ketika ada di tangan manusia. Perubahan signifikan ini membuatnya tak lagi jadi seperti buah asli yang sebelumnya berdiameter kecil serta memiliki rasa yang agak pahit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini