Lawan Pembajakan, Keluarga Maestro Kondang Ini Rela Turun Ke Jalan

CD Bajakan

Maraknya pembajakan karya seni belakangan ini membuat keluarga dari musisi legendaris campursari Manthou’s geram. Mereka melakukan aksi turun langsung ke jalan untuk mencari CD banjakan sebagai bentuk perlawanan.

Istri almarhum Manthou’s, Asih, mengaku geram dengan banyaknya pembajakan yang menyebabkan kerugian di pihak musisi. Royalti yang seharusnya didapatkan dari penjualan hasil karya seni tidak bisa didapatkan. Kalaupun dapat jumlahnya sangat kecil sekali.

“Sekarang pembajak sepertinya seenaknya sendiri tinggal mengkopi dan memproduksi tanpa mempedulikan yang menciptakan,” geramnya.

Asih menambahkan dia dan musisi campursari lainnya sudah melakukan razia bersama petugas Polda DIY untuk mencari penjual CD bajakan di hampir semua wilayah Yogyakarta.

“Pembajakan ini sudah lama, dan sepertinya dibiarkan sehingga tidak ada efek jera,” ungkapnya.

Di wilayah Gunungkidul, yang merupakan daerah lahirnya musik campursari sendiri CD bajakan banyak ditemukan di pinggir jalan atau pun penjual CD di sejumlah toko besar. Padahal hal ini merupakan tindakan ilegal yang merugikan musisi dan negara karena tidak ada pemasukan pajaknya.

Ia mengakui harga CD asli dan bajakan memang selisihnya cukup besar. Dari pengamatannya, CD bajakan bisa diperoleh masyarakat dengan harga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, sementara harga CD asli diatas Rp 40 ribu.

“Kualitas CD asli lebih baik dari CD bajakan tapi memang harganya lebih mahal,” ujarnya.

Ia ingat betul saat suaminya menghabiskan berbatang-batang rokok, untuk membuat sebuah karya. Terkadang, asbak milik Manthous sudah penuh namun lirik atau aransemen baru seperempat kertas.

“Saya lihat dulu, Mas Manthou’s bisa berhari-hari untuk sebuah lagu, belum lagi recording prosesnya lama,” kenangnya.

Sementara anak pertama Manthou’s, Tatut Dian Ambarwati, mengungkapkan pihaknya bersama Cak Diqin yang juga merupakan musisi campursari, sudah melaporkan kasus ini ke Polda. Hal tersebut guna mencegah pembajakan semakin meluas.

“Semoga bisa berkurang pembajakan, kasihan almarhum bapak, capek-capek bikin lagu yang menikmati hasilnya orang lain,” tuturnya. (adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini