Lima Perusahaan Di Bekasi Bangkrut, Nasib Ribuan Karyawan Bekasi Tak Jelas

buruh4Cikarang – Setidaknya 1.961 karyawan yang bekerja di beberapa perusahan di Bekasi terpaksa dirumahkan. Imbas dari kian melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini menyebabkan lima perusahaan di Kabupaten Bekasi bangkrut.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Bekasi, Nurhidayah, pihaknya telah menerima laporan dari empat perusahaan yang terpaksa harus tutup.

“Empat dari lima perusahaan yang tutup karena bangkrut sudah lapor pada kami,” terangnya.

Ia menambahkan perusahan-perusahaan yang bangkrut tadi sudah melaporkan kebangkrutan perusahaannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, namun satu di antaranya belum melapor.

Perusahaan yang bangkrut, kata dia, rata-rata yang bergerak di bidang produksi elektronik, kramik, dan juga suku cadang kendaraan.

“Meskipun ada yang tidak lapor, tapi tetap kami data karena jelas keberadaan dan prosesnya,” pungkasnya.

Nurhidayah mengungkapkan akibat kondisi tersebut, banyak karyawan yang terpaksa mengalami PHK dini karena perusahaan tidak sanggup lagi menggaji karyawan hingga akhirnya pailit.

Ancaman kebangkrutan tersebut juga dialami oleh sejumlah perusahaan yang mulai melakukan pengurangan tenaga kerja demi alasan efisiensi.

“Menurut data kami, 368 karyawan yang bekerja di PT Graha Adi Karya Logam, PT Tempo Scan Pacific, PT Kawasaki, dan PT Madurasa terkena program efisiensi di perusaaannya,” ungkapnya.

Karyawan yang terkena efisiensi baru akan dipekerjakan lagi bila kondisi perusahaan sudah berangsur stabil. (adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini