BPBD Kota Bekasi Monitoring Daerah Rawan Banjir

aJatiasih – Hari ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mulai melakukan monitoring terhadap daerah yang dianggap akan terjadi banjir. Kali ini, BPBD Kota Bekasi mulai melakukannya di Kecamatan Jatiasih sebagai salah satu wilayah banjir terkena banjir terparah, Senin (16/10).

“Titik awal di Kecamatan Jatiasih. Kita baru survei lokasi, ada 6 kelurahan, 4 kelurahan yang terkena banjir terparah di Kelurahan Jatirasa, Jatiasih, Jatimekar, dan Jatikramat. Kita sudah penempatan pos, kita bagi 4 kelompok dalam satu regu,” kata Koordinator Satuan Reaksi Cepat (SRC) BPBD Kota Ahmad Dumiyati.

Tinjauan lokasi pertama yang terkena dampak banjir ini menerjukan lebih dari 100 anggota SRC yang ada di BPBD Kota Bekasi.

“Kami instruksikan ke lokasi banjir yang ada di 4 kecamatan yang berkaitan dengan kerugian dampak dari banjir, jalur evakuasi, berapa keluarga yang terkena di lokasi banjir tersebut,” tambahnya.

4 kecamatan yang terkena dampak banjir paling parah ialah Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Medan Satria. 4 kecamatan tersebut kini menjadi sorotan utama tim BPBD Kota Bekasi.

Kota Bekasi sendiri memiliki 71 titik banjir yang 40 titik diantaranya adalah titik banjir terparah yang memiliki kedalaman diatas 40 centimeter. Dengan keadaan seperti itu, BPBD Kota Bekasi menyiapkan 40 perahu karet sewatu-waktu terjadi banjir dan langsung melakukan evakuasi warga.

“Sekitar 40 perhu karet. Itu belum bisa mengcover 71 titik banjir,” tutupnya. (fai)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini