Ternyata, Jalan di RW 11 Rawasemut Belum Tercatat Sebagai Aset Daerah

wargaBekasi Timur- Terkait protes warga akibat penutupan jalan yang dilakukan oleh PT Multi Total Bumi Persada di lingkungan warga Rawasemut RW 11, Margahayu, Baru diketahui ternyata tanah tersebut bukanlah aset daerah.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyebutkan hal tersebut saat melakukan sidak ke lokasi yang dipermasalahkan warga itu, Selasa (8/12). Sontak, para warga yang baru mendengarnya pun terkejut dan melakukan penyangkalan.

“Jadi, tanah ini belum ada di catatan aset daerah, karena dulunya masuk ke Tanah Kas Desa (TKD). Artinya, saat ini Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya telah diuntungkan dengan adanya pengukuran dari pihak sini karena yang tadinya tanah hanya seluas 1.031 meter, saat ini menjadi 2.306 meter,” jelas Rahmat Effendi kepada masyarakat dan awak media disela mengecek langsung kondisi akses jalan yang ditembok keliling oleh pengembang.

Kata dia, Pemkot Bekasi hanya bertindak sebagai fasilitator. terkait apa yang di persoalkan sejak tahun 2007 dan menjadi keinginan warga bahwa akses penutupan jalan harus diimbangi dengan jalan pengganti selebar 3 meter sedangkan saat ini pengembang baru membuat jalan dengan lebar 1 meter.

Hal itu dikarenakan melihat kepemilikan tanah di lokasi pemagaran di RT 01/11, Kelurahan Margahayu ini ada bagian tanah yang dimiliki PT. Multi Total Bumi Persada dan tanah milik seorang warga bernama Rudi yang saat ini tinggal di Surabaya.

“Kalau kemauan warga silahkan saja mau meminta lebar jalan berapa pun, itu hak warga. Tetapi harus dilihat juga tanah disini kan ada pemiliknya dan kami sedang upayakan untuk meminta, kalau gak dikasih juga itukan hak mereka,” ucap Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi.

Namun demikian, sebagai Walikota Bekasi, Pepen akan mengupayakan agar lebar jalan yang saat ini hanya satu meter untuk ditambah 1 meter lagi, dengan meminta kepada pemilik tanah lainnya yang dimiliki Rudi.

“Warga minta lebarnya tiga meter, karena ini hak orang (ada pemiliknya) maka kita sampaikan dan meminta penambahan satu meter dari pihak Pak Rudi, kan yang pengembang sudah ada satu meter, dan kita jembatani. Secepatnya kita kirimkan surat permintaan kepada pihak Pak Rudi,” ujarnya.

Sebelumnya, warga di sekitar RW 11, Rawasemut, Kelurahan Margahayu keberatan dengan adanya penutupan akses jalan yang dilakukan PT. Multi Total Bumi Persada dengan menembok jalan. Meskipun sudah ada jalan pengganti yang mengelilingi tembok tersebut, dan warga melayangkan protes karena jalan pengganti yang dibuat pengembang hanya satu meter. Hal itu yang menjadi polemik masyarakat sekitar dan mencuri perhatian media.

Namun, dikarenakan belum adanya titik temu atau belum adanya solusi antara warga sekitar dengan pihak pengembang, maka Walikota Bekasi didampingi Lurah Margahayu, Camat Bekasi Timur, Kepala BPKAD dan Asda II Kota Bekasi yang meninjau langsung lokasi, dan Walikotapun melihat kondisi jalan pengganti yang memang sempit dengan lebar satu meter, ia pun akan mengupayakan menambah lebar jalan menjadi dua meter.

“Kami akan upayakan lebarnya menjadi dua meter agar warga yang menggunakan sepeda motor tidak terjadi rislah (bentrok) jika dilewati dua motor. Apabila nanti sudah ada penambahan lebar jalan menjadi 2 meter, warga dapat menerimanya.” Pungkasnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini