Masa-masa kehamilan merupakan masa yang paling membahagiakan. Banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai ibu hamil. Menurut Roland Barthes, seorang filsuf dan kritikus sastra, mitos itu dibentuk oleh masyarakat pada zaman dahulu, dan isinya merupakan pesan atau perkataan yang harus diyakini kebenarannya, walupun tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Berbicara mengenai mitos, salah satu mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia yakni larangan makan ikan lele bagi ibu hamil. Alasannya karena jika makan ikan lele, anak yang akan dilahirkan nanti akan menjadi tidak bisa diam. Padahal faktanya, ikan lele mengandung fosfor. Dan fosfor ini berguna untuk pembentukan tulang janin. Ikan lele ini juga bermanfaat bagi ibunya itu sendiri. Yakni, supaya tidak merasa pegal-pegal selama masa kehamilan.
Anda semua pasti sudah sering mendengar, bahwa kelapa hijau dan susu kacang kedelai dapat membuat kulit bayi yang dalam kandungan menjadi putih bukan? Bagaimana menurut anda? Apa anda percaya mengenai pernyataan ini? Faktanya adalah warna kulit bayi hanya ditentukan oleh faktor keturunan. Jadi tidak mungkin bukan kalau orangtuanya hitam, dapat memiliki anak yang kulitnya putih?
Rebusan kacang hijau mitosnya dapat menebalkan rambut bayi yang ada di dalam kandungan. Sama halnya dengan kelapa hijau, rambut pada bayi hanya ditentukan oleh faktor gen orangtua. Jika orangtuanya memiliki rambut yang tebal, maka anaknya pun akan memiliki rambut tebal. Begitu pula sebaliknya. Jika orangtuanya memiliki rambut tipis, maka anaknya juga akan memiiki rambut yang tipis.
Mitos lain yang berkembang di masyarakat yani, ibu hamil tidak boleh mengonsumsi makan-makanan yang pedas, karena hal ini akan menyebabkan kebotakan pada anak yang sedang dikandung. Faktanya adalah, makanan pedas akan menyebabkan ibu yang sedang hamil akan menjadi diare, dan diare ini akan menyebabkan dehidrasi.
Banyak yang mengatakan bahwa ibu yang sedang hamil pada awal kehamilan tidak boleh berhubungan badan. Padahal ini belum dapat dibuktikan kebenarannya, karena belum ada pula penelitiannya. Jadi selama dalam berhubungan tidak menyakitkan, dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, ibu hamil boleh melakukannya.
Mitos lainnya yang populer di masyarakat mengenai ibu hamil, yakni leher dan puting berwarna gelap menandakan bahwa anak yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Faktanya tidak ada hubungan sama sekali mengenai hal ini. Perubahan warna ini diakibatkan oleh peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentasi kulit). (Adm)






























