Per 1 April Iuran BPJS Kesehatan Naik! Ini Tarif Barunya

Tarif Baru BPJSBEKASI SELATAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan melakukan penyesuaian tarif iuran per 1 April 2016. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016, yang merupakan perubahan kedua dari Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan BPJS Jabodetabek, Tavip Hermansyah, kepada awak media mengatakan bahwa dalam Perpres tersebut akan ada beberapa perubahan, diantaranya terkait penyesuaian tarif, pelayanan kesehatan, dan penyesuaian hak kelas perawatan.

“Perubahan tarif iuran ini sudah diperhitungkan sebelumnya. Dimana pemerintah setiap tahun sudah mengkaji dan menghitung iuran layak itu sehingga manfaat yang diterima masyarakat pun sesuai,” kata Tavip, Rabu (16/03).

Penyesuaian tarif iuran itu, lanjut Tavip, diberlakukan untuk kategori peserta mandiri dimana pembayaran setiap bulannya, per bulan April nanti, bagi kelas III menjadi Rp 30 ribu, kelas II menjadi Rp 51 ribu dan kelas I menjadi Rp 80 ribu.

“Penyesuaian kepersertaan ini adalah hanya untuk yang mampu dan melakukan pembayaran mandiri. Sementara yang tidak mampu, pembayaran iuran BPJS 100 persen oleh pemerintah melalui progran PBI (Penerima Bantuan Iuran), baik APBN maupun APBD. Sampai saat ini, lewat Jamkesmas lebih dari 58 persen sudah ditanggung pemerintah,” terangnya.

Selain penyesuaian tarif, BPJS juga sekaligus menyesuaikan denda keterlambatan pembayaran. Dimana dalam Perpres yang baru, telah dihapuskan denda atas keterlambatan pembayaran.

“Di aturan lama kan apabila terlambat bayar, denda 2 persen dari jumlah total pembayaran. Nah dalam Perpres yang baru sudah tidak ada denda. Namun, status kepesertaan akan langsung dinonaktifkan, yang artinya tidak bisa mendapat pelayanan,” jelasnya.

Status kepersertaan baru bisa aktif kembali, lanjut Tavip, apabila pembayaran atas bulan tunggakan telah dilunasi.

“Ya misalkan menunggak bulan April, terakhir bayar tanggal 10, maka tanggal 11 langsung tidak aktif, dan baru bisa diaktifkan kembali apabila tunggakan bulan April tersebut dibayar,” pungkasnya.

Dalam sosialisasi penyesuaian tarif tersebut, juga turut dihadiri oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Kamarudin Askar, dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Pusporini.

“Dengan adanya penyesuaian tarif ini tentu akan dapat berdampak juga dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Seperti penyesuaian rasio peserta dengan dokter dengan distribusi peserta yang lebih merata pada setiap FKTP (klinik, puskesmas, dokter praktek), sehingga layanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” terang Pusporini.

Lanjut dia, penambahan manfaat pelayanan kesehatan juga mencakup pelayanan KB (Tubektomi Interval) serta pemeriksaan medis dasar di rumah sakit (UGD). (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini