Hermaini : Berdagang Kefir untuk Berbagi Sejuta Manfaat

Hermaini Penjual Kefir di BekasiBEKASI UTARA – Kefir, adalah bahan yang terbuat dari susu dengan proses fermentasi dimana manfaatnya jauh lebih baik daripada yogurt. Cara pembuatannya adalah dengan memasukaan butiran Kefir ke dalam susu sapi, kambing, atau domba.

Salah seorang pembuat dan penjual produk olahan Kefir di Bekasi, Hermaini mengungkapkan bahwa Kefir berasal dari biji buah yang dihaluskan. Bibit Kefir itu yang kemudian akan dicampurkan ke dalam susu sapi, kambing atau domba untuk difermentasi. Namun, berbeda dengan yogurt, Kefir bentuknya lebih kental sehingga sering disebut Yogurt Super.

“Di dalam Kefir ada banyak bakteri baik. Setidaknya ada 66 bakteri baik yang sangat bagus untuk menyerap nutrisi makanan yang dicerna di dalam perut. Ditambah lagi bisa memberantas bakteri jahat di dalam tubuh,” jelasnya saat ditemui di Bekasi Expo, Sabtu (19/03).

Wanita yang sudah 5 tahun berwirausaha memproduksi Kefir ini, menceritakan bahwa awalnya ia hanya menjual produk minuman Kefir dan menyebarkannya dengan cara mengikuti pameran, bazar dan Car Free Day.

Namun, seiring berjalannya waktu, produknya ini semakin bervariatif. Bukan hanya dijual dalam bentuk minuman, Kefir buatannya pun merambah juga ke kosmetik kecantikan yang aman digunakan. Terdiri dari krim wajah siang dan malam, lulur, masker wajah, hair tonic, sabun muka, dan spray wajah.

“Jualan Kefir sama dengan berbagi manfaat. Kandungan probiotik dalam Kefir itu selain sangat baik diminum untuk kesehatan tubuh, juga baik untuk perawatan kulit. Kita bisa jaga tubuh luar dalam lah,” jelasnya semangat.

Dalam satu hari, Hermaini membutuhkan setidaknya 30 liter susu kambing dan sapi untuk pembuatan produknya. Namun susu sapi yang digunakannya yakni susu Kolostrum yang merupakan susu perah yang keluar pertama kalinya. Hal ini dimaksudkan agar bakteri yang berkembang menjadi lebih banyak.

Wanita 51 tahun yang telah memiliki cucu ini juga menuturkan bahwa penghasilannya dalam sebulan dapat mencapai Rp 50 juta, dengan didapat melalui bazaar dan pameran yang rutin diikutinya.

“Pernah ada seorang pembeli pria yang membeli Kefir yoghurt sebanyak 3 botol yang masing-masing berukuran 1 liter. Bapak itu sangat terburu-buru hingga tak sempat mengambil kartu nama saya, namun selang beberapa hari bapak itu mencari saya lewat panitia bazaar karena ternyata yoghurt yang dibelinya memiliki khasiat yang besar sehingga si bapak sembuh dari penyakitnya. Padahal waktu itu dia hampir operasi di Singapura karena penyakitnya. Pak Jun namanya,” papar Hermaini sambil mengenang.

Menurutnya, Pak Jun adalah seorang pengusaha berpenghasilan besar yang mempunyai penyakit lambung kronis.

“Udah ke berbagai dokter di Indonesia sampai ke Singapur, tapi nggak sembuh juga. Sampai akhirnya dia minum Kefir buatan saya dan setelah diperiksa sama dokter, penyakitnya berkurang dan nggak perlu operasi,” pungkasnya.

Sejak itu, dirinya beserta pelanggannya tersebut saling berkenalan. Bahkan pak Jun juga ikut mengenalkan dan menjualkan produk buatannya ke berbagai tempat serta rekan-rekannya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini