Fenomena Equinox di Indonesia

equinox_solstice_610Hari ini, Indonesia mengalami fenomena Equinox. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) angkat bicara terkait berita hadirnya fenomena Equinox, yang merupakan fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa, sehingga menyebabkan suhu ekstrim. Hal ini dikatakan oleh Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Yunus S. Swarinoto, pada Minggu (20/03).

Fenomena Equinox adalah posisi terdekat matahari dengan bumi. Equinox mungkin bisa terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 20 Maret, dan 22 September, saat posisi matahari di siang hari berada tepat di atas kepala.

“Fenomena Equinox ini secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret, dan 23 September. Namun dirinya memperkirakan bahwa badai matahari sekali pun tidak akan memengaruhi suhu cuaca di Indonesia hingga mencapai 40 derajat celsius,” kata Yunus.

Saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis di bagian utara maupun selatan.

Lanjut Yunus, “Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, di mana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius,” jelas Yunus.

“Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave, yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” imbuh Yunus.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox sebagaimana disebutkan dalam isu berkembang,” sambungnya.

Secara umum, lanjut Yunus, kondisi cuaca di beberapa wilayah Indonesia cenderung kering. Beberapa tempat seperti Sumatera bagian utara mulai memasuki musim kemarau. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh, dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Namun ada kabar berita tentang fenomena Equinox yang akan menyebabkan suhu udara ekstrim 40 derajat celsius dalam lima hari ke depan, diyakininya merupakan berita yang tidak benar. “Itu informasi yang tidak benar,” tegasnya.

Memang ada peningkatan suhu udara saat terjadi fenomena Equinox, namun tak akan sampai mencapai 40 derajat celcius seperti isu yang beredar.

Terkait informasi yang meresahkan, mengimbau agar masyarakat selalu mengecek ke sumber yang jelas. “Bisa langsung tanya ke semua BMKG di daerah,” tandasnya. (Oliv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini