Fenomena Gerhan Bulan Penumbra

gerhana bulan penumbraMaret tahun 2016 banyak terjadi fenomena astronomi yang menakjubkan, setelah gerhana matahari total, kali ini gerhana bulan Penumbra, yang akan terjadi serentak diseluruh Indonesia mulai pukul 16.36 WIB, pada 23 Maret, 18 Agustus, serta 17 September. Hal ini dikatakan oleh Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Taufik Hermawan, pada Senin (21/03).

“Pada tahun ini, terjadi 3 kali gerhana bulan penumbra yaitu pada 23 Maret, 18 Agustus, serta 17 September,” kata Taufik.

Kejadian peristiwa gerhana bulan penumbra, terjadi ketika bulan melintasi daerah bayangan gelap kabur (penumbra) bumi ini, dan akan dimulai pada sore hari, ketika posisi bumi berada di tengah-tengah, antara matahari dan bulan, serta posisi bulan berada di area penumbra.

Taufik juga menjelaskan, bahwa gerhana bulan penumbra terjadi karena karena terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semua sampai ke bulan.

Taufik menambahkan, gerhana bulan Penumbra terjadi saat bulan terbit di ufuk timur dan terjadi mulai pukul 16.36 WIB, kemudian mencapai puncaknya pukul 18.47 WIB, dan berakhir pukul 20.57 WIB.

“Gerhana bulan Penumbra, pada Rabu malam bisa disaksikan di seluruh Indonesia, tepat 2 minggu setelah gerhana matahari total,” kata Prakirawan Badan Meteorologi.

“Masyarakat bisa menyaksikan gerhana bulan Penumbra jika diamati secara detail dan cuaca benar-benar cerah,” imbuh Taufik.

Gerhana bulan Penumbra tidak akan terlihat dengan mata telanjang karena terlalu redup dan hampir sama dengan bulan purnama. Peristiwa ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun bila diamati dengan teleskop, piringan bulan akan terlihat lebih redup.

“Tak perlu khawatir, bumi tidak akan tertabrak komet karena hanya mendekat pada jarak aman,” (Oliv)

Sumber : Liputan 6

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini