Bantargebang Jadi Kawasan SGT

Program SGT BantargebangBANTARGEBANG – Kawasan TPST Bantargebang, Kota Bekasi, dinilai sebagai zona khusus dan marginal perkotaan, sehingga harus menjadi perhatian khusus pemerintah, terutama dalam hal pendidikan, karena sesuai dengan program Nawa Cita Kementrian Pendidikan (Kemendik), yang menetapkan setidaknya empat sekolah SD, SMP, SMA dan SMK Menjadi Sekolah Garis Terdepan (SGT).

Menurut Sri Renani Pancastuti, dari direktorat pembinaan khusus dan layanan khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) SGT akan mendapatkan bantuan dalam hal sumber daya pengajar, peningkatan mutu tenaga pendidik, infrastruktur sekolah, dan bantuan bagi para siswa yang tujuanya agar dapat bersaing dengan sekolah lain.

“Kita baru tetapkan ada empat sekolah, yaitu SD swasta Dinamika Indonesia, SMPN 27, SMA 15, dan SMKN 2 Bantargebang, yang menjadi  SGT di Bekasi,” ungkapnya, Selasa (29/03).

Sri menambahkan jumlah SGT dapat bertambah seiring hasil Sidak ke lapangan, di mana sekolah tersebut berada di wilayah khusus atau wilayah bencana. Namun saat ini baru ditetapkan kawasan Bantargebang sebagai daerah khusus, karena letaknya berada di sekitar TPA Bantargebang, dan mendapat imbas langsung dari aktivitas di TPA.

“Kita akan bantu semuanya dari siswa hingga peralatan sekolah, bahkan peningkatan kapasitas pengajar, jumlah bantuan akan disesuaikan, dan dapat dilihat di web resmi Kemendikbud.co.id., semuanya dapat dimarginal serta terbuka,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Disdik Kota Bekasi, didampingi Kabid Dikmen, yang mengawal peninjauan lokasi sekolah menyatakan program ini setidaknya dapat merangsang siswa agar lebih giat dalam belajar dan berprestasi, setelah pemerintah pusat memberikan perhatian khusus.

“Ya mudah-mudahan akan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah yang ujungnya hasil dari kegiatan belajar mengajar akan lebih maksimal dan para siswa dapat berprestasi,” kata sekretaris Disdik Kota Bekasi, Alie Fauzi.

Pihaknya mengakui program ini baru dimulai oleh Kemendik pada tahun ini di Kota Bekasi. Sarana penunjang sekolah diharapkan akan lebih maksimal menunjang proses belajar mengajar.

“Bantuanya kita belum tau tapi saya harap akan meningkatkan prestasi bagi para siswa dan dapat meningkatkan kapabilitas para pengajar,” pungkasnya. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini