Lima Karyawan yang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Aborsi di Klinik Bekasi Medical Center

Tim yangs sedang mengecek sepiteng Klinik aborsiBEKASI TIMUR – Petugas gabungan Polresta Kota Bekasi, pada Kamis siang (28/04) akhirnya melakukan penggerebekan terhadap Klinik Bekasi Medical Center Milik Dokter JBT, di Jalan Insinyur Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kepolisian Polresta Kota Bekasi juga mendatangkan tim Inavis atau DVI Polda Metro Jaya untuk melakukan identifikasi dugaan praktik aborsi tersebut.

Dari hasil penyelidikan, sejumlah tempat seperti kamar dan ruang yang mencurigakan di pasang garis polisi. Dari dalam kamar, terdapat sejumlah kasur dan alat-alat yang digunakan untuk melakukan dugaan aborsi.
alat-alat aborsiKapolresta Kota Bekasi, Kombes Pol. Heri Sumardji, mengatakan terungkapnya praktik aborsi berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa adanya korban aborsi yang dilaporkan ke pihak kepolisian. atas dasar itulah kemudian petugas bertindak cepat dan mengamankan tujuh belas orang karyawan yang bekerja di klinik tersebut.
“Mendapat laporan dari masyarakat akhirnya kita tindaklanjuti dan mengamankan seluruh karyawan,” ungkapnya.
“Dari tujuh belas karyawan yang diperiksa, kami sudah tetapkan lima orang menjadi tersangka, mereka berinisial YS, MRYN, NN, KRTN dan MMN. Sedangkan dua orang pemilik klinik yaitu Dokter JBT dan Dokter AL masih buron.” tambah Kapolres.
Petugas DVI Polda Metro Jaya, mengerahkan mobil penyedot sepiteng untuk melakukan penyedotan mencari barang bukti sisa-sisa janin hasil aborsi yang sengaja dibuang. Petugas juga mendapati sejumlah peralatan untuk melakukan aborsi dan ratusan dus obat-obatan kadarluarsa yang masih tersimpan.
Dari data yang dihimpun di lokasi, Dokter JBT sudah melakukan praktik aborsi selama 10 tahun lebih.
“Sudah 10 tahun lebih berpraktek sebagai klinik aborsi,” ujarnya. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini