Pertama Di Bekasi, RS Anna Pekayon Resmikan Teknologi Bayi Tabung

Smart IVF 1BEKASI SELATAN – RS Anna Pekayon meresmikan laboratorium embriologi bayi tabung pertama di Bekasi dengan berbasis Smart IVF, Minggu (29/05), guna mendukung program pemerintah dalam kesehatan ibu dan anak, yaitu terkait perencanaan kehamilan dengan bekerja sama dengan PT Ingin Anak (PTIA).

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Anna Pekayon, dr. Yuri Feharsal, mengatakan bahwa dengan dibukanya pelayanan bayi tabung pertama di Bekasi ini, RS Anna ingin lebih berfokus pada pelayanan gangguan ketidaksuburan.

Smart IVF 2“Saat ini ada dua puluh sembilan rumah sakit yang menangani bayi tabung. Dan kami menjadi yang pertama di Kota Bekasi. Jadi nantinya masyarakat Bekasi tidak perlu lagi jauh-jauh ke ibu kota untuk penanganan gangguan ketidaksuburan. Dengan bekerja sama dengan tim Smart IVFkami siap untuk memberikan penanganan dan fasilitas yang sama,” ujarnya saaat ditemui usai acara.

Lanjut dia, bertempat di Paviliun Kartini, yang juga sekaligus baru diresmikan, pengadaan alat-alat teknologi canggih yang dibutuhkan dalam proses bayi tabung juga tersedia.

Pada kesempatan yang sama, pencipta dan ketua Smart IVF, dr. Budi Wiweko, menjelaskan bahwa Smart IVF berangkat dari penemuan serangkaian prosedur pelayanan bayi tabung yang tidak hanya mutakhir, namun juga cost effective bagi pasien.

Smart IVF 3“Untuk cost, 30 hingga 40 juta, tergantung umur dan tindakan yang perlu dilakukan. Kalau efektivitas, kami sudah uji coba, keberhasilan berada diangka 40 persen, bagi pasien dibawah usia 35. Semakin muda, semakin akurat dan besar kemungkinan untuk hamilnya,” jelas Budi.

Jelas dia, di laboratorium membriologi, nantinya akan dilakukan sebagian besar tindakan yang sangat berperan penting dalam menentukan apakah pasien akan menjadi hamil atau tidak.

Di dalam laboratorium embriologi, kata Budi, terdapat peralatan berteknologi tinggi yang dilakukan untuk proses penanganan bayi tabung. Peralatan itu memungkinkan dilakukannya pencarian sel telur, mempertemukan sel telur dengan sel sperma, penetasan sel telur, kultur embrio, hingga pembekuan embrio dan pencairan embrio.

“Keseluruhan proses tersebut memiliki standar prosedur yang sangat ketat dan membutuhkan akurasi dalam pengerjaannya. Maka peralatan berteknologi tinggi dan berkualitas sangat krusial dalam kesuksesan pelayanan bayi tabung,” tuturnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini