Wakil Walikota Bekasi Imbau Warga Jaga Kondusifitas di Bulan Puasa

Ahmad Syaikhu dalam stasiun radio DaktaBEKASI TIMUR – Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu, mengimbau kepada masyarakat Muslim dan non-Muslim Kota Bekasi agar tetap menjaga kondusifitas dalam pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1437 Hijriah nanti.

“Atas nama pemerintah Kota Bekasi, saya mengimbau masyarakat agar saling menghormati, khususnya di bulan Ramadhan,” kata Ahmad Syaikhu saat berbincang publik di Radio Dakta, Senin (30/05).

Menurutnya, bulan Ramadhan menjadi bulan keberkahan dan ajang bagi umat Muslim untuk berlomba-lomba mencari pahala.

“Bagi umat Muslim, bulan Ramadhan merupakan bulan keberkahan dan banjir pahala. Untuk itu tingkatkan ibadah kepada Allah SWT, dan tetap jaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” kata dia.

Selain itu, Ahmad Syaikhu juga mengatakan, bagi non-Muslim diharapkan dapat menghormati umat Muslim yang berpuasa.

“Melalui maklumat yang telah disebarkan Pemkot, agar bisa ditaati oleh pihak-pihak terkait, untuk menghormati bulan Ramadhan agar tidak terjadi konfik antar umat beragama,” kata Ahmad Syaikhu.

Pemerintah Kota Bekasi pun membutuhkan peran serta masyarakat untuk mengisi bulan Ramadhan dengan rasa kebersamaan dan saling menghormati, agar nilai ihsan dapat terwujud.

“Dengan suasana kebersamaan dan saling menghormati, nilai ihsan dapat kita wujudkan bersama. Dan pembangunan akan terus berjalan baik” ucapnya.

Berikut lima isi maklumat Pemkot Bekasi kepada masyarakat dalam menyambut bulan puasa 1437 H.

1. Kaum Muslimin dan Muslimat : wujudkan Visi Kota Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan. Hidupkan bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan positif, baik ibadah ritual, maupun sosial. Serta tinggalkan perkataan dan perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa kita.

Laksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya, serta sempurnakan dan bersihkan harta kita dengan mengeluarkan zakat, infak, dan shodaqoh. Perkokoh Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Basyariyah, dan Ukhuwah Wathoniyah.

2. Warga masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa : agar menghormati orang yang sedang berpuasa, ciptakan, pelihara, dan kembangkan sikap toleransi antar umat beragama, rasa persaudaraan, serta wujudkan suasana kondusif selama bulan Ramadhan.

3. Para pengusaha, pemilik restoran, rumah/warung makan : agar menyesuaikan kegiatan sehingga tidak menggangu kekhusyuan umat Islam yang sedang berpuasa.

4. Para pemilik tempat hiburan berupa : klub malam, kafe, panti pijat, karaoke, musik hidup, pub, biliard, panti mandi uap/sauna/spa, dan hiburan umum lainnya yang dapat mengganggu berlangsungnya ibadah puasa harus tutup tiga hari sebelum bulan suci Ramadhan, selama bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

5. Segenap komponen masyarakat lainnya : ciptakan keamanan, ketertiban, dan jauhkan kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu kesucian bulan Ramadhan, terutama peredaran dan penyalahgunaan narkoba, perjudian, minuman keras, tawuran, dan perbuayan maksiat lainnya, serta perkokoh dan pelihara rasa persatuan dan kesatuan diantara kita. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini