Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dibuka Secara Umum

Rayendra SukarmadjiBEKASI SELATAN – Serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Anne Nurcandrani, dan Sekretaris Dinkes Kota Bekasi, Yasni Rupaida, dilangsungkan di ruangan sekretaris daerah (sekda) Kota Bekasi, Kemarin, Senin (13/06).

Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, mengatakan bahwa Anne Nurcandrani dan Yasni Rupaida dikembalikan menjadi dokter fungsional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Saat ini, jabatan Kadinkes Kota Bekasi masih kosong dan dikomandoi oleh dirinya sebagai pelaksa tugas (PLT). Sementara Yasni Rupaida, diganti oleh Tety Manurung, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Penyandang Masalah Kesehatan Sosial (PMKS) Dinkes Kota Bekasi.

“Setelah Lebaran, akan kami lakukan Open Bidding, karena Kadindikes ini merupakan jabatan teknis yang sangat teknik. Jadi bisa Open Bidding untuk jabatan Kadiskes itu, bisa dari Pemkot Bekasi dan bisa dari luar, pokoknya se-Jawa Barat umum dibuka,” kata Rayendra saat ditemui infobekasi.co.id, Selasa (14/06).

Ia mengatakan, pada jabatan dinas teknis, ada strukturalnya, dan juga ada fungsionalnya. Sama halnya dengan Anne Nurcandrani dan Yasni Rupaida, jabatan mereka bukan nonjob, tetapi dikembalikan fungsionalnya sebagai dokter praktik biasa di RSUD Kota Bekasi.

“Sekarang saya menggali permasalahan yang dihadapi Dinkes. Jadi semua sama Pukesmas SPJ pelaporan keuangan kurang bagus, maka dari itu, Anne dan Yasni diganti. Mulai saat ini, saya yang bertanggung jawab di Dinas Kesehatan selama belum ada pengganti yang baru,” ucapnya.

Namun Rayendra juga berharap, agar jabatan Kadinskes yang baru diambil dari internal Pemkot Bekasi.

“Saya berharap, jika memang dari kami ada, kenapa harus mengambil dari luar? Karena akan lebih baik SDM yang dimiliki dimanfaatkan,” imbuhnya.

Di tempat yang terpisah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan penggantian Kadinkes dan Sekdinkes Kota Bekasi merupakan bentuk penilaian kinerja yang dilakukan oleh Baberzakat.

“Jadi pengantian Kadinkes dan Sekdinkes karena adanya rekomendasi dari Baberzakat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi yang selama ini melakukan penilaian kinerja,” ucapnya.

Pria nomor satu di Kota Bekasi ini juga mengatakan, saat ini jika ada aparatur yang merasa kecewa akan keputusan yang telah dibuat, maka hal itu bisa ditanyakan ke BKD dan Baberzakat, karena selaku wali kota, ia hanya melakukan perintah atas ketentuan yang telah dibuat oleh Baberzakat.

“Jika ada persoalan dan pemerintah tidak puas, maka larinya ke BKD dan Baberzakat, kemudian saya tanda tangan. Saya juga laksanakan perintah ketentuan dari Baberzakat. Pergantian bukan karena ada persoalan, tapi yang loyo tidak bisa di-up grade, ya kami ganti,” katanya. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini