BEKASI TIMUR – Mengawali bulan Agustus, sejumlah pedagang bendera musiman mulai memadati bahu-bahu jalan di sepanjang Jalur Kalimalang, Bekasi Timur. Puluhan bendera dengan dominan warna merah dan putih, serta umbul-umbul berjejer rapih untuk di tawarkan.
Salah seorang pedagang bendera, Edi (39) mengaku sudah memulai usaha musimannya itu sejak akhir Juli. Ia mengaku sudah sejak 5 tahun rutin berjualan bendera.
“Setiap tahun berjualan bendera. Ini tahun ke lima, saya ambil ini dari Garut, biasanya yang paling dicari yaitu bendera merah putih yang panjang. Saya sudah berlangganan juga berjualan disekitar sini biasanya hingga akhir bulan Agustus,” ungkap Edi kepada infobekasi.co.id, Jumat (5/8).
Ia mengaku, sejak memasuki bulan Agustus pendapatan yang diperoleh semakin tinggi meskipun pesaing baru terus bermunculan.
“Pasti naik untuk pendapatan kalau sudah masuk Agustus, apalagi nanti seminggu jelang 17 Agustus. Kalau untuk saingan pedagang, tentu ya tiap hari juga nambah saingan, bisa sampai 20 orang,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, harga yang ditawarkan untuk sebuah bendera bervariasi, mulai dari Rp. 150 ribu hingga Rp 250 ribu tergantung ukuran dan panjang bendera yang ingin dibeli.
Sementara itu, salah seorang penjual pernak-pernik, Hari (30) mengaku sudah berjualan sejak memasuki bulan Agustus.
“Jualan sudah mulai dari awal Agustus, saya rutin setiap tahun pasti jualan ini dengan harga bervaritif mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000. Namun itu belum harga tawar dari pembeli,” ungkapnya.
Dengan berjualan pernak-pernik, ungkap Hari, dia bisa mengantongi penghasilan mulai dari Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu per harinya.
“Gimana ya, tapi kalau dibandingkan dengan dulu itu kayaknya orang sekarang kok masyarakat sudah nggak terlalu meminati pernak-pernik Agustusan. Apa mungkin semangat kemerdekaannya mulai hilang atau bagaimana saya juga kurang tau,” tandasnya.(Sel)






























