Hebat, Marching Band Siswa Disabilitas Semarakkan HUT Pramuka ke-55 Kota Bekasi

Pramuka Luar Biasa 1BEKASI SELATAN – Ada yang berbeda dari Hut pramuka ke-55 kali ini, pasalnya, puluhan anggota Pramuka Luar Biasa (sebutan untuk siswa penyandang disabilitas) turut serta menampilkan marching band, dan tari tradisional pada upacara perayaan yang diselenggarakan di Alun-Alun Kota Bekasi, Senin (15/08).

Kepada infobekasi.co.id, pembina yang juga merupakan guru Matematika dan IPA di SLBA Tan Miyat, Gesti, mengungkapkan bahwa ini merupakan kali pertama siswa binaannya diikutsertakan dalam acara pramuka dan tampil langsung di depan wali kota.

“Kami untuk tampil di sini pertama kalinya, tapi kalau acara perkemahan khusus Pramuka Luar Biasa, sudah sering. Untuk hari ini, kami tampilkan dua puluh satu anak marching band yang latar belakangnya tuna netra. Namun kalau untuk tarian itu siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) secara keseluruhan,” ujar Gesti saat ditemui usai penampilan.

Pramuka Luar Biasa 2Ia turut menyebutkan, tingkatan siswa yang diikutsertakan pada penampilan kali ini ialah pramuka siaga (tingkat SD) dan pramuka penggalang (SMP) yang disatukan untuk pagelaran.

“Tadi kami bawakan Sirih Kuning dan Kicir-Kicir, juga ada senam ABK. Beberapa bulan lalu juga siswa yang menari itu sudah pernah berlaga di Provinsi Jawa Barat, di hadapan gubernur,” kata dia.

Menurut Gesti, saat ini perhatian dari pemerintah terhadap siswa disabilitas sudah cukup baik, namun ia berharap kedepan akan ada kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah untuk penyandang disabilitas supaya dapat lebih diterima masyarakat.

“Kita berharap, khususnya perhatian pemerintah terhadap ABK supaya lebih ditingkatkan lagi, terutama untuk peluang kerjanya. Ini supaya anak-anak kedepannya bisa mandiri, diterima masyarakat, dan mudah bersosialisi,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu siswa disabilitas yang ikut tampil dalam pagelaran marching band kali ini, Ismi Soraya (15), mengaku sangat senang bisa tampil di hadapan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

“Saya seneng banget bisa dilihat bapak wali kota dan tampil di masyarakat. Inginnya supaya mereka tahu, walaupun kita tidak bisa melihat, tapi kita bisa mainin alat musik itu,” ujar Ismi yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMP itu.

Dalam grup marching bandnya, gadis pemegang alat tenor ini mengaku hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu untuk berlatih sebelum pementasan.

“Soalnya kan memang sudah sering latihan tiap Jumat. Cuma, seminggu sebelum tampil kita hampir tiap hari latihannya. Kalau untuk ngapalin memang sulit kan kita tuna netra yang binaannya dipertajam di telinga. Jadi kita inget-inget ketukannya saat latihan. Dan karena sering berlatih jadi lebih mudah,” ujar Ismi.

Kedepan, ia berharap dukungan dari Pemerintah Kota Bekasi untuk sering mengikutsertakan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Supaya kita bisa nyaman berada di tengah masyarakat, dan Bapak Wali Kota bisa selalu mendukung kami untuk terus maju. Karena kami kan juga siswa-siswi dari Kota Bekasi yang juga ingin terus berprestasi,” kata Ismi. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini