Lahannya Digusur, Warga Kulonprogo Jadi Jutawan dan Miliarder

warga-yang-dapat-biaya-ganti-rugi-bandara-kulon-progoMeski pada mulanya banyak warga yang menolak digusur untuk pembangunan Bandara Kulon Progo, namun pada akhirnya mereka setuju untuk digunakan lahannya, dengan ganti rugi yang tidak sedikit tentunya.

Mereka para warga yang lahannya dipakai oleh PT Angkasa Pura untuk pembangunan bandara, kini menjadi jutawan, bahkan miliarder. Pasalnya mereka mendapat biaya ganti rugi lahan mereka yang luasnya lebih dari 1.000 meter persegi.

Slamet Sri Bintarso, warga Macanan Glagah Temon, Kulonprogo, misalnya. Ia memperoleh uang sebesar Rp 762 juta sebagai ganti rugi lahan miliknya. Dengan uang yang didapatnya, ia berencana menggunakannya sebagai modal usaha membuka toko.

“Tanah saya luasnya 1.927 meter persegi. Uangnya untuk pengembangan usaha toko nanti. Saya sudah punya rumah jadi tidak relokasi,” ujar Slamet yang berprofesi sebagai PNS itu di Balai Desa Glagah, Rabu (14/09).

Melalui liputan6.com, Slamet mengatakan sempat ada kendala dalam pengukuran. Namun hal tersebut sudah terselesaikan. Ia pun berterima kasih kepada petugas yang melayani dengan baik, sehingga warga rela dalam melepaskan lahan dan rumahnya.

“Tidak rumit karena belum begitu paham ada kekeliruan, tapi bisa dibetulkan. Meja satu sampai selesai petugasnya ramah-ramah. Yang kena dampak tidak dipersulit, semuanya kooperatif,” ujar dia.

Sementara itu, Sukisno (56) warga Kepek, Glagah Kulonprogo, mendapatkan uang ganti rugi sebanyak Rp 1,6 miliar dari sawah seluas 1.806 meter persegi. Uang itu rencananya digunakan untuk membeli tanah dan membangun rumah.

“Saya ajukan relokasi tanah, beli rumahnya belum ada kejelasan juga. Rencana pendampingan kan suruh bangun sendiri tapi bentuk bangunan disamakan. Lahan dari kas desa. Lahan kita beli juga,” tutur Sukisno. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini