Gaji Terlambat, Pesapon Kota Bekasi Mengeluh

pesapon-di-kota-bekasiBEKASI TIMUR – Pekerja Harian Lepas (PHL) Dinas Kebersihan yang kesehariannya bekerja sebagai pesapon mulai mengeluhkan keterlambatan penerimaan gaji sekitar dua hingga tiga bulan ini.

Salah seorang pesapon di Hutan Kota, Ahmad (36), mengaku sudah tiga bulan ini belum dibayarkan haknya. Menurutnya pihak Dinas Kebersihan juga sudah diberikan laporan bahwa PHL mulai resah dengan keterlambatan gaji.

“Saya malah sudah tanya ke dinas, dibilang anggaran belum turun, kami diminta sabar,” kata Ahmad.

Ia mengakui jika saat ini PHL bidang kebersihan memang mendapat penambahan gaji menjadi 2 juta per bulan. Dari sebelumnya yang hanya 1,5 juta per bulan, namun keterlambatan pembayaran dirasa sangat membebani pekerja.

“Gaji memang naik, tapi kalau malah terlambat ya sama aja bohong. Malah sudah mau tiga bulan,” ungkapnya.

Salah seorang rekan Ahmad, Jaja (30), juga mengaku belum mendapatkan gaji selama dua bulan ini. Sementara ia mengeluhkan bahwa keterlambatan gaji ini sangat berdampak pada kehidupan keluarganya.

“Sudah dua bulan belum dibayarkan. Sementara saya butuh buat bayar utang di warung, sama biaya anak mau acara sekolah,” ujar dia.

Jaja mengatakan, sebagai rakyat kecil dirinya sudah menjalankan tugas setiap hari dengan harapan dapat menerima gaji dari pemerintah yang layak dan dapat membiayai keluarga.

“Kami tetep semangat kerja, datang pagi nyapu, sampai sore nggak ada masalah. Yang penting kewajiban saya sudah dipenuhi, tapi haknya kok malah terlambat? Bagaimana ini?” tutur dia.

Pihaknya meminta kepada wali kota agar dapat bijak dan mampu mencari solusi sehingga gaji para pesapon dapat segera dibayarkan.

“Kalau kenapa telat ya saya nggak tau, tapi saya minta pak wali bisalah membayar kami. Saya kan harus menafkahi keluarga juga,” ucap dia. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini