Telah Uzur, Ruang Laboratorium dan Satu Ruang Kelas SMPN 4 Kayuringin Ambruk

ruang-kelas-smpn-4-kayuringin-yang-ambrukBEKASI SELATAN – Usia ruangan yang telah uzur, ruang laboraturium dan satu ruang kelas di SMP Negeri 4 Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi ambruk.

“Kejadian sekitar pukul 08.20 WIB. Ambruk satu ruang laboratorium dengan kondisi berimbas ke satu ruangan lain, yaitu kelas V111/6, yang saat itu sedang dilakukan ujian harian,” kata Kepala Sekolah SMPN 4 Kayuringin, Heri Wahyudi, Senin (28/11).

Menurutnya, satu ruang laboratorium TIK dan satu ruang kelas V111 memang kondisinya sudah tua. Dua ruang tersebut dibangun pada 1986, dan sudah dilakukan perbaikan ringan sekitar 2006 lalu. Namun pada Agustus 2016 lalu terjadi kerusakan parah di ruang tersebut, sehingga pihak sekolah melapor ke Dinas Bangunan dan Pemukiman untuk dianggarkan biaya perbaikan.

“Tidak ada korban dalam kejadian ini. Memang pada Agustus lalu kami sudah lapor Bangkim jika ruangan ini sudah rusak karena banyak rayap. Tapi anggaran baru ada di 2017, maka belum sempat dilakukan perbaikan gedung secara menyeluruh,” ujarnya.

para-siswa-smpn-4-kayuringin-yang-melihat-ruang-kelasnya-ambrukHeri mengakui, sebenarnya ada biaya perawatan gedung, namun tidak dapat maksimal, karena hampir sembilan ruang kelas dari tiga puluh lima ruangan yang ada kondisinya sudah tua, karena rata-rata dibangun pada 1986.

“Selama ini hanya rehab ringan, dan pada Agustus tahun ini sudah ambruk kecil, maka dari itu siswa kami pindahkan. Dan empat puluh empat orang siswa yang sedang ujian dan lokasi ruanganya pas di samping laboratorium yang ambruk, jadi kena imbas. Tapi saya pastikan tidak ada korban meskipun pada saat itu lagi ujian,” tutur dia.

Sekdis Pendidikan Kota Bekasi, Dedet Kusmayadi, membenarkan jika gedung sekolah di SMPN 4 Kota Bekasi ambruk. Namun tidak ada korban dari kejadian ini.

“Saya tahu tadi dikabari oleh pihak sekolah, dan saya langsung ke sini (SMPN 4 Kayuringin). Syukur tidak ada korban,” katanya.

Saat ini SMPN 4 Kota Bekasi terdiri dari tiga puluh lima ruang dengan jumlah siswa sebanyak 1.310 orang. Dari jumlah tiga puluh lima ruangan, sembilan ruang diantaranya dibangun pada 1986.

Deded mengatakan, jika rehab pembangunan baru per kelas biasanya dianggarkan sekitar 250 juta rupiah per ruangan. Sementara saat ini, pihak Dinas Bangunan dan Pemukiman baru akan menganggarkan pada APBD 2017. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini