Dua Pos Damkar Bakal Ditambahkan di Kota Bekasi

img-20161215-wa0003BEKASI BARAT – Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Tedi Hafni Tresnadi, mengatakan bahwa untuk meningkatkan pelayanan penanganan kebakaran, akan dilakukan penambahan dua lokasi pos damkar di Kota Bekasi.

“Saat ini kan baru ada empat pos damkar di Kota Bekasi, yaitu di Kranggan, Pemkot, pos pemandu Kranji, dan pembangunan di Harapan Indah. Rencana di APBD 2017 akan dibangun dua unit pos baru lagi. Yaitu di Wisma Asri dan Perumnas Rawalumbu,” ujar Tedi saat ditemui infobekasi.co.id di ruangannya, Kamis (15/12).

Menurutnya, dengan ditambahnya pos damkar di Kota Bekasi, akan mampu meningkatkan response time petugas damkar ke lokasi terjadinya kebakaran.

“Saya harap semua kecamatan bisa punya pos di 2017. Sehingga bisa meningkatkan response time. Kami kan diberi SOP response time, yang tadinya 15 menit menjadi 10 menit. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri. Sehingga apabila tiap kecamatan punya pos pasti akan lebih cepat lagi,” katanya.

Selain penambahan pos, Tedi mengatakan bahwa penambahan pegawai, kendaraan, dan penambahan alat-alat masih sangat diperlukan untuk kesigapan petugas pemadam. Di 2017 juga akan ada penambahan enam unit kendaraan, yaitu satu komando dan lima unit kendaraan pemadamnya ukuran 3 ribu liter.

“Saat ini kan masih belum sebanding jumlah masyarakat dengan petugas yang hanya 106 orang. Harusnya paling tidak punya 500 petugas untuk 2,6 juta penduduk Kota Bekasi. Alat juga idealnya paling tidak tujuh puluh  kendaraan. Sementara yang ada saat ini hanya tiga belas. Ini kendala-kendala yang kami alami saat ini. Kami harus berupaya meningkatkan itu,” tutur dia.

Dengan adanya penambahan itu, lanjut Tedi, pihaknya berharap semoga dapat meningkatkan respons baik damkar maupun masyarakat saat terjadi kebakaran.

“Ini kan upaya bukan hanya petugas damkar, namun semua. Apa arti pemerintah kalau kesadaran masyarakat terhadap penanganan maupun pencegahan kebakaran masih kurang? Saya harap kedepan upaya mencegah masyarakat dapat berperan lebih besar,” ucap Tedi.

Tedi menyebutkan, untuk jumlah kasus kebakaran sendiri mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tercatat di 2015 ada 157 kejadian, dan 2016 hingga berita ini diturunkan menurun menjadi 121 kejadian.

“Artinya ada pengurangan kejadian kebakaran di Kota Bekasi. Semoga dengan ini, berarti semakin meningkatnya kesadaran masyarakat karena adanya pelatihan dan sosialisasi, juga semoga kedepan akan dapat terus kita minimalisir lagi,” kata dia.(ADV/Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini