Statusnya Sebagai TKK Gugur, Guru SMKN 5 Ini Minta Perhatian Pemkot

BEKASI UTARA – Sejak dialihkelolakan SMA-SMK ke Provinsi Jawa Barat, sejumlah tenaga pendidik yang masih berstatus Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di Kota Bekasi berharap adanya perhatian Pemkot dan Disdik Kota Bekasi.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang tenaga pendidik yang masih berstatus TKK di SMKN 5 Bekasi, Dini Yurika Indriani, saat ini status TKK yang sudah disandangnya sejak tahun 2007 yang lalu harus gugur ketika Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mengakui para TKK di kota dan kabupaten yang ada.

“Saya sudah menjadi TKK sejak tahun 2007 yang lalu dan saat ini harus gugur statusnya karena tidak diakui oleh Pemprov Jabar,” kata Dini kepada infobekasi.co.id, Senin (06/02).

Bukan hanya itu saja, Dini pun mengaku mau tak mau harus rela dan ikhlas statusnya kembali menjadi tenaga honor murni dan masa kerjanya pun harus dihitung kembali dari nol.

“Saya dikembalilkan menjadi tenaga honor dan masa kerja saya dihitung dari nol lagi,” ujarnya.

Dini, yang saat ini mengajar sebagai guru Jurusan Analis Kimia di SMKN 5 Bekasi tersebut mengakui bahwa pada Januari 2017 yang lalu hingga memasuki awal Februari 2017, dirinya belum menerima gaji atau honor.

“Sedih ya sudah pasti, apalagi saya belum terima honor saya di bulan Januari kemarin,” imbuh dia sambil mengerutkan dahi.

Dini yang sudah melakukan verifikasi data di Disdik Kota Bekasi pada Desember 2016 yang lalu, menaruh harapan besar kepada Pemkot dan Disdik agar bisa mencarikan solusi dari permasalahan yang ada.

Sehingga keberadaan mereka para TKK bisa lebih diakui dan tingkat kesejahteraannya pun bisa lebih terangkat.

“Besar harapan saya agar adanya sebuah solusi dari permasalahan ini, sehingga posisi para TKK pun tidak menggantung serta jelas keberadaannya, dan setidak-tidaknya kami ingin lebih dimanusiakan,” ucap Dini. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini