Pilkada Kabupaten Bekasi, Dua Paslon Saling Klaim Kemenangan

TAMBUN SELATAN – Hasil quick count Pilkada Kabupaten Bekasi, Rabu (15/02) kemarin menuai klaim yang dilakukan oleh dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati 2017-2022.

Kedua paslon tersebut ialah paslon nomor lima, Neneng-Eka yang mengklaim kemenangan dari perolehan suara berdasarkan klaim dari Jaringan Survei Indonesia (JSI), serta paslon nomor dua Saduddin-Ahmad Dhani yang mengklaim kemenangan berdasarkan tabulasi dara yang dikumpulkan secara manual oleh DPD PKS dari setiap TPS yang ada.

“Masalah klaim itu hal biasa. Lima tahun yang lalu kita juga pernah juga merasakan hal yang sama. Biasa,” ujar Neneng mengklaim kemenangannya, Rabu malam (15/02).

Menurutnya, lima tahun lalu pihaknya tidak memakai Quick Count oleh JSI, namun dengan real count yang dikerjakan, yaitu dengan menaruh saksi di tiap TPS dan secara tabulasi para saksi tersebut melakukan hitung data.

“Pada prinsipnya kita sudah yakin dan tinggal tunggu real count dari KPU,” ucap Neneng.

Ia juga mengungkapkan keempat paslon lain harusnya dapat menerima keputusan ini dengan bijaksana. Karena margin kesalahan dalam metode random sampling kepada 230 TPS ialah hanya plus minus satu persen.

“Dengan kebersamaan legowo kedewasaan kebijaksanaan dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Bekasi, karena kita cinta Bekasi mudah-mudahan seluruh paslon yang lain bisa menerima hasil ini,” tuturnya.

Sementara itu calon wakil bupati nomor urut dua, Ahmad Dhani, mengatakan bahwa dalam Quick Count adalah sah saja apabila ada klaim kemenangan karena setiap paslon pakai cara penghitungannya sendiri.

“Ya kan namanya sama-sama quick count kita gak tahu (siapa yang menang). Ya boleh-boleh aja (klaim). Tadi kan sudah diumumkan quick count dari PKS. Sekarang PKS sedang menghitung real countnya,” ujar Ahmad Dhani.

Lebih lanjut, Ahmad Dhani justru menyindir keberadaan politik uang yang kerap kali marak terjadi saat pelaksanaan pemilu.

“Ya yang saya lihat sih ada animo, animo dari masyarakat untuk Bekasi itu berubah. Tapi kan Bekasi ini juga sangat aktif dalam kebiasaan menerima uang. Ada beberapa yang minta ke saya, setiap ketemu, terutama ibu-ibu, uangnya mana uangnya mana, kalau gak ada uang gak nyoblos,” ucapnya.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh pasangan politiknya, Saduddin, Ia menyayangkan paslon lain yang menggunakan politik uang kepada masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Saya sampaikan pada tim kami bahwa pengawasan itu penting. Mereka kemarin sampai melakukan kegiatan ronda yang berkaitan dengan money politic. Itu tidak boleh terjadi kerena kita tidak mau masyarakat Bekasi dididik dengan money politic. Kami sudah laporan aman, ada satu dua yang terjadi di lapangan namun itu tentunya bukan pihak kami. Itu yang lain,” katanya.(Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini