Wali Kota Bekasi: Pengelola Green Park Jangan Jadi ‘PHP’ bagi Masyarakat

PONDOK MELATI – Sudah tujuh tahun lamanya masyarakat sekitar kawasan Perumahan Green Park menanti pembangunan Masjid Al Ahdhar. Hal ini membuat Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan kepada pengembang perumahan tersebut untuk tidak menjadi Pemberi Harapan Palsu lagi (PHP).

Didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi, Tri Adhiyanto, Camat Pondok Melati, Ika S.IP, Rahmat Effendi mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi pengembang yang mempersulit proses penggunaan fasos fasum untuk rumah ibadah, apalagi masjid. Ia juga mengatakan dirinya telah menetapkan tanah fasos fasum ini untuk dibangun Masjid Al Ahdhar setahun yang lalu, jadi tidak ada lagi bahasa pengembang tidak korporatif.

“Pengembang tidak boleh main-main. Fasos fasum itu adalah hak pemerintah untuk penggunaannya. Tujuh tahun warga sekitar mendambakan adanya masjid di lokasi ini. Apa yang harus dilakukan secara administrasi dari pihak warga sudah dilakukan. Seluruh surat-surat dan berkas perizinan sudah tersedia. Mulai dari site plan (izin rencana tapak) sampai dengan SK pendirian masjid sudah dikeluarkan oleh Wali Kota Bekasi. Kenapa pengembang mempersulit lagi? Saya tidak main-main, apalagi ini masjid yang dipergunakan untuk beribadah. Saya akan murka bila ada pengembang menghalang-halangi pembangunan,” ucap pria yang akrab disapa Pepen ini.

Sementara itu, Kadis PUPR Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, sebelumnya izin rencana tapak awal sudah ditentukan luasan dan lokasi, namun pihak pengembang mengajukan surat keberatan kepada Wali Kota Bekasi dengan mengatakan bahwa sebagian tanah tersebut adalah milik pengembang.

“Katanya ada sebagian milik pengembang. Maka dari itu kami akan mengukur ulang lahan fasos fasum ini. Dan sesuai arahan Wali Kota Bekasi, pembangunan masjid yang sudah mencapai 30 persen ini dapat terus dilaksanakan oleh pihak DKM Masjid Al Ahdhar,” tutur Tri. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini