Bocah 7 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan Kuli Rongsokan

BEKASI TIMUR – Kasus pencabulan terhadap anak-anak kembali terjadi di Kota Bekasi. Seorang pria berinisial SU (32) tertangkap basah dan diamuk warga RT 01 RW 02, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, saat melakukan aksi pelecehan seksual terhadap korban berinisial KE (7).Menurut keterangan saksi, bernama Oggi mengatakan, saat melintas di rumah pelaku, dirinya melihat korban sedang menggesek-gesekan alat kemaluannya kepada korban. Spontan dirinya keluar rumah dan sempat melabrak pelaku, serta menghajarnya.

”Iya saya liat pelaku sedang menggesek-gesekan alat kelaminnya ke korban. Saya kesel, dan langsung saya labrak, lalu saya serahkan ke Kelurahan Bojong Menteng. Di kelurahan pelaku dihakimi massa hingga babak belur,” kata Oggi, Kamis (06/04).

Oggi menambahkan, beruntung celana korban belum dibuka oleh pelaku, namun alat kelamin pelaku sudah dikeluarkan dari celana.

”Saya liat si bocah masih pake celana, tapi si pelaku sudah mengeluarkan alat kelaminnya,” tambahnya.

Diduga aksi bejat pelaku ini sudah sering kali terjadi.

SU yang memiliki usaha rongsokan ini beralasan, istrinya jauh dan korban diiming-imingi dengan uang Rp 2.000.

“Dugaan kami, pelaku ini sering melakukan aksi bejat tersebut, maka dari itu, kami sedang cari korban-korban lainnya. Setiap melakukan perbuatan ga senonoh itu, pelaku ngasih uang Rp 2000 ke korban,” tutur Oggi.

Meski demikian, pihak Kelurahan Bojong Menteng menyerahkan pelaku ke Polsek Bekasi Timur untuk diproses lebih lanjut. Namun sayangnya, di Polsek Bekasi Timur tidak ada unit yang menangani kasus pencabulan, dan akhirnya diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi Kota.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari saat dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui adanya kasus tersebut. Namun demikian pihaknya akan berkoordinasi dengan Unit PPA, sampai dimana kasus tersebut terjadi.

”Kami akan berkoordinasi dengan unit PPA, kalau terbukti dan hasil visum membuktikan, bisa kami jerat dengan KUHP. Namun jika tidak terbukti ya kami lepas kembali,“ kata Erna. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini