PN Kota Bekasi Eksekusi Lahan Warga

BEKASI TIMUR – Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Selasa (9/5), melakukan eksekusi tanah seluas 3.420 meter persegi yang berada di Jalan Baru Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur dan melibatkan sejumlah aparat kepolisian, TNI, Linmas, Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Durenjaya dan pihak Pengadilan Negeri Kota Bekasi.

Dari penuturan Juru Sita Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Arifudin, sengketa lahan yang terjadi di wilayah Bekasi Timur antara pihak pemohon eksekusi atas nama Siti Fauziar Taher dan termohon eksekusi, Termin, sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2007 yang lalu hingga tahun 2015.

“Sengketa lahan ini sudah terjadi sejak 2007 yang lalu,” ungkapnya kepada infobekasi.co.id

Ia mengatakan, eksekusi lahan atas putusan pengadilan tersebut sebelumnya sudah sampai pada tahapan Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu yang lalu.

“Perkara ini juga sudah sampai ke tingkat MA,” tambahnya singkat.

Arsil Salim, selaku kuasa hukum pemohon eksekusi, mengatakan sengketa lahan yang terjadi dikarenakan pihak termohon eksekusi secara tiba-tiba mengaku bahan lahan tersebut milik orang tuanya dulu dan tidak ada dokumen pendukung atas lahan tersebut, padahal pemohon eksekusi memiliki bukti kepemilikan yang sah melalui sertifikat dan akte jual beli yang dimiliki oleh Siti Fauziah Taher.

“Termohon eksekusi tidak memiliki dokumen resmi yang menyatakan lahan tersebut milik mereka, bukti pembayaran pajak dan sebagainya pun tidak ada,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa sebelumnya kliennya sudah memberikan toleransi namun pihak termohon eksekusi meminta sejumlah uang yang besarannya tidak masuk diakal.

“Sudah ada toleransi yang diberikan, namun pihak termohon eksekusi meminta sejumlah uang yang begitu besar hingga mencapai Rp500 juta lebih, padahal mereka tidak memiliki dokumen resmi,” jelasnya. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini