Partai Politik Gagal Melakukan Kaderisasi Kepemimpinan

BEKASI – Satu tahun jelang pemilihan Wali Kota Bekasi, tidak banyak pilihan bagi masyarakat dalam memilih pemimpin di Kota Bekasi. Hal itu amat disayangkan oleh Ketua Kaukus Pemuda dan Mahasiswa Untuk Demokrasi (KPMD), Imamuddi. Ia melihat kondisi ini tidak sehat dalam proses penguatan demokrasi di Kota Bekasi.

Imamuddin berpandangan partai-partai politik telah gagal melakukan kaderisasi kepemimpinan publik di Kota Bekasi. Hingga saat ini yang muncul dipermukaan sebagai bakal calon Wali Kota Bekasi, merupakan wajah-wajah lama.

“Orang-orangnya masih itu-itu saja. Ada apa dengan kaderisasi kepemimpinan partai politik,” tanya Imamuddin, Jumat (19/5).

Ia menambahkan hal ini menjadi koreksi bagi partai-partai politik di Kota Bekasi. Selama 5 tahun terakhir, kata Imam sapaannya, partai politik tidak melakukan kaderisasi kepemimpinan. Puncaknya, pada saat Pilkada Kota Bekasi yang muncul ke permukaan hanyalah tokoh lama.

“Tidak terjadi regenerasi elit di Kota Bekasi. Elit poitik hanya itu-itu saja. Seharusnya tokoh-tokoh muda dengan ide-ide lebih segar hadir di Pilkada 2018,” jelas Imam.

Satu tahun, sebelum pilkada berlangsung, masih ada kesempatan untuk tokoh-tokoh muda tampil sebagai kandidat dalam bursa pemilihan orang nomor satu di Kota Bekasi. “Sebenarnya, di setiap partai politik ada tokoh-tokoh muda yang layak memimpin Kota Bekasi. Namun, sistem kaderisasi partai belum memungkinkan mereka ambil andil pada Pilkada 2018,” katanya.

Kendati demikian, Imam tetap mendorong tokoh-tokoh muda baik dari partai politik, birokrasi, akademisi, maupun aktivis LSM untuk memberanikan diri menawarkan ide-ide cerdas pada Pilkada 2018. Ia sangat optimis dengan kaum muda Kota Bekasi bila diberi kesempatan untuk memimpin, maka kota ini akan mengalami percepatan dalam pembangunan.

“Persoalannya sekarang apakah kaum muda tersebut memiliki nyali dalam berkompetisi dengan kaum tua,” katanya.

Hingga saat ini nama-nama yang muncul sebagai bakal calon Wali Kota Bekasi adalah Rahmat Effendi dari Partai Golkar, Ahmad Syaikhu dari Partai Keadilan Sejahtera dan Mochtar Muhammad dari PDI Perjuangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini