Infobekasi.co.id – Mantan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn.) Daryatmo menilai mitigasi bencana banjir di Bekasi kurang, sehingga menimbulkan banyak korban.
“Seandainya pihak-pihak terkait yang berkewajiban untuk memberikan ramalan-ramalan cuaca, kemudian disampaikan kepada masyarakat, barang kali tidak separah ini,” kata Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas ini.
Ia berkunjung ke lokasi banjir di Jatiasih, Kota Bekasi dalam rangka menyalurkan bantuan dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) dan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas.
Ia mengaku prihatin karena banjir banyak memakan korban, meskipun yang meninggal tidak banyak, kata dia, korban terdampak banjir tidak nyaman dalam menjalani kehidupan.
“Saya melihat program mitigasi terkait bencana ini masih kurang. Tanggal 31 tidak ada satu pun orang bicara banjir, padahal banjir itu bahan bakunya apa? air, air itu dari hujan, hujan itu bisa diprediksi,” katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, kejadian banjir parah di Kota Bekasi ini menjadi suatu pelajaran bagi semua, tak terkecuali pemerintah. Supaya kedepan tidak akan terjadi peristiwa seperti ini.
“Kemudian lingkungan juga menurut saya, kurang kerja dengan baik, sampah dibuang sembarangan, itu juga memperparah kondisi banjir,” katanya. (fiz)






























