Minim Bantuan Alat Berat, Proses Pembersihan Sampah dan Lumpur Sangat Lambat

Infobekasi.co.id – Korban banjir di kawasan Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor minim bantuan alat berat untuk membersihkan lumpur pascabanjir.

Padahal, wilayah terdampak cukup luas dengan jumlah korban mencapai 26 ribu jiwa, dimana kerugian materi di luar kendaraan bermotor mencapai Rp 120 miliar.

Lokasi terdampak antara lain; Vila Nusa Indah 1, 2, dan 3, Bumi Mitiara dan Vila Mahkota Pesona. Lokasi ini berbatasan dengan Kota Bekasi. Meski sudah memasuki hari ke-13, progres pengangutan sampah maupun pembersihan lumpur baru mencapai 30 persen.

“Kami mengajak bersama-sama kita bersihkan lingkungan kita,” kata Kades Bojongkulur, Firman Riansyah pada Senin (13/1).

Sejauh ini, kata dia, baru ada dua alat berat dari pemerintah daerah diturunkan ke lokasi terdampak banjir di wilayahnya. Padahal, kata dia, idealnya harus ada empat sampai enam alat berat. Hal ini yang menghambat proses pemulihan pascabanjir.

Ketua KP2C, Puarman membernarkan sangat minimnya bantuan alat dari pemerintah. Sebab, banyak pekerjaan yang tak bisa dilakukan oleh warga korban terdampak banjir. Kegiatan itu mengenai pengangkutan sampah dan pembersihan lumpur.

“Hari ini saja warga menunggu truk sampah, tapi tidak ada yang datang. Kemarin ada, itu pun tiga unit,” ucap Puarman. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini