CARA SURVIVE DI ERA PANDEMI

Infobekasi.co.id – Saat ini kita semua sudah mengalami hal yang sama dan tidak pandang status strata, semua kena efek pandemi Covid-19.

Pengusaha skala besar sampai UMKM semuanya kena imbas tanpa pandang bulu dan semuanya otomatis “diberhentikan” oleh sebuah makhluk kecil ukuran mikron yang bernama covid-19.

Lalu bagaimana bertahan, bahkan bisa melewati masa pandemi ini dengan masih tetap berpenghasilan.

Kondisi sekarang hampir semua orang tidak pernah mengalaminya, karena seumur-umur memang baru sekali ini semua kena imbas segini besar.

Okelah, kita tidak usah bahas bagaimana efeknya teman-teman pengusaha atau para driver ojol mengalami kondisi saat ini, kita move on aja bagaimana caranya agar bisa bertahan dan keluar dari situasi saat ini dalam kondisi masih sehat, walaupun dalam kondisi survival mode (bertahan hidup).

Dari beberapa kali obrolan dengan teman-teman pengusaha, yang dilakukan ada 3 hal:
1. Pivot atau berganti bisnis baru
2. Bertahan dengan bisnis yang lama sambil menggali resource-resource yang ada
3. Berhenti sejenak

Kita bahas dulu yang pivot ya. Pivot ini sekarang menjadi kalimat sakti dan seolah-olah jika orang sudah pivot maka hidupnya bisa terselamatkan.

Memang bisa jadi benar asal pivotnya dilakukan dengan benar seperti produknya ada yg dijual, tim mendukung, keuangan mendukung dan yang paling penting semua tim paham apa yang dilakukan dan memahami kondisinya mengapa harus berubah bisnis.

Tantangan akan timbul, seperti orang akunting yang biasanya dibelakang layar menghitung angka-angka, sekarang harus menjadi tenaga penjual yang harus berhadapan dengan orang.

Atau orang designer atau teknisi yang keseharian ngobrolnya dengan mesin, sekarang dia harus menghadapi angka-angka penjualan sekaligus harus mencari jalan keluar agar produknya laku. Dan masih banyak kerumitan lainnya tetapi cara ini harus dijalankan dengan serius jika ingin perusahaan tetap berjalan tanpa perlu PHK.

Jika pivot berhasil, maka bisa menjadi bisnis baru dan minimal bisa digunakan sebagai cara bertahan hidup semasa pandemi covid-19.

Cara lainnya adalah bertahan dengan bisnis yang ada sambil menggali resource-resource yang ada.

Cara ini tidak melakukan perubahan apapun di bisnisnya tetapi mereka intropeksi internal, lalu mencoba menggali kira-kira selama ini apa yang belum dijalankan karena sibuk dengan aktifitas rutin. Disaat pandemi ini mereka mencoba cara lain seperti mendaftarkan workshop bagi karyawan, merapikan database, say hello kepada client-client lama dll.

Cara seperti ini bisa dilakukan dengan syarat, perusahaan masih mempunyai cukup cashflow untuk mencover operasional selama beberapa bulan, yang sampai artikel ini ditulis sudah masuk bulan ke 3 dari awal diberlakukan PSBB bulan april.

Cara terakhir adalah berhenti sejenak. Perusahaan seperti ini biasanya benar-benar menutup usahanya dan merumahkan karyawannya dengan gaji penuh atau setengah atau bahkan tidak sama sekali.

Mereka memilih berhenti total karena melihat benar-benar tidak ada potensi kalau tetap masuk dan industri ini seperti mall, coffee, restauran dine in dll.

Dari 3 cara diatas mana yang paling baik..?? Semua dikembalikan kepada potensi masing-masing bisnis dan kondisi internal, karena setiap cara selalu ada kisah sukses dan kisah kegagalan.

Salam sehat.

Rawi Wahyudiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini