Kronologi Jenazah PDP Corona Diambil Paksa di RS Mekar Sari

Infobekasi.co.id – Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho mengatakan jenazah yang diambil paksa oleh massa di Rumah Sakit Mekar Sari, Bekasi Timur sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Warga memaksa mengambilnya setelah menolak diberikan penjelasan.

“Masalahnya ketidakpahaman massa yang datang. Mau dijelaskan, tidak terima penjelasan dan langsung masuk ke ruang ICU mengambil jenazah di dalam tempat tidur,” kata Eko ketika dihubungi wartawan pada Selasa (9/6).

Sebetulnya rumah sakit akan memberikan jika warga bersama keluarga ingin mengambilnya. Sebab, kata dia, rumah sakit tidak memiliki hak untuk menahan jenazah. Tentunya pengambilan jenazah disertai keterangan yang harus dipahami terhadap risikonya.

“Rumah sakit itu posisinya hanya menjalankan kebijakan atau aturan pemerintah, sepanjang masyarakat atau warga menginginkan itu dibawa pulang, kita akan serahkan baik baik dengan memberikan surat keterangan bahwa mereka memahami risikonya. Ini belom sempat begitu, sudah dibawa,” ucap Eko.

Pasien meninggal dunia adalah warga Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Ketika masuk rumah sakit, pasien memiliki gejala klinis terpapar virus corona. Oleh karena itu, rumah sakit segera mengambil spesimen untuk diperiksa dengan teknologi PCR. Tapi, sampai meninggal dunia di ICU, hasilnya belum keluar.

“Untuk PCR saya belum mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit, kemungkinan masih menunggu hasil,” kata dia.

Karena meninggal dunia berstatus PDP, penanganannya semestinya dilakukan secara khusus. Jenazah dimasukkan ke dalam peti, pemulasarannya sesuai standar yang telah ditetapkan, lalu rumah sakit menyerahkan kepada pemerintah.

“Pihak rumah sakit bilang bahwa keluarga meminta maaf atas kejadian itu,” katanya. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini