Geliat Perekonomian di Kampung Siluman Tambun Layaknya Glodok di Jakarta

Infobekasi.co.id – Tidak seperti masa lalu, Kampung Siluman kini sudah menjadi Glodoknya Tambun. Betapa tidak, kawasan Glodok di pusat perdagangan Jakarta Barat, Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk yang merupakan jalan utama ke lokasi pecinan itu selalu macet.

Hal serupa juga terjadi di Kampung Siluman, Jalan Tambun-Tambelang mulai dari underpass Tambun hingga Puri Cendana Sumberjaya, yang merupakan jalur utama dari dan ke Kampung Siluman selalu macet. Kemacetan ini terjadi hampir 24 jam.

Selain kondisi jalan berukuran kecil dibagi dua jalur, masing-masing satu lajur di sisi kanan dan satu lajur di sisi kiri, bangunan di sepanjang 1 km itu semuanya rumah toko (ruko) yang hampir 50 persen tidak memiliki lahan parkir dan ini menjadi andil besar kemacetan di jalan ini.

Kampung Siluman berada di Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat atau lebih kurang 40 KM dari Ibukota Jakarta ini, sudah 5 tahun ke belakang menjadi pusat niaga barang elektronik dan jajanan siap saji serta tempat nongkrong anak muda.

Kalau siang hari, ada puluhan gerai handphone dan aksesorisnya, baik yang eceran maupun grosir bertengger di Kampung Siluman. Toko barang elektronik pun bak warung sembako di pasar bertebaran di sana. Ada sekitar 15 belasan toko elektronik yang menawarkan kredit mudah menghiasi Kampung Siluman.

Pusat perbelanjaan sekelas Indomaret dan Alfamaret pun banyak, belum lagi toko bahan bangunan dan perabotan rumah tangga bergaya supermarket, ada di kampung ini, “Kalau siang kawasan ini dipenuhi penjualan barang elektronik dan handphone,” kata Encep Hendra Gunawan, Pj Kades Mangunjaya.

Kalau malam hari kehidupan ekonomi pun beralih ke kuliner. Di sepanjang jalan Kampung Siluman, dipenuhi pedagang makanan, baik yang tradisional, maupun kekinian dan bahkan ada kuliner yang sudah punya nama sekelas mal besar.

Tempat nongkrong kaum milineal pun tersedia dan tentu saja menjadi andil dalam kemacetan di sepanjang jalan, ”Kalau malam sejumlah tempat nongkrong di penuhi kendaraan, ” lanjut Encep yang sempat berkeliling menyaksikan kehidupan malam di wilayahnya.

Angkringan, kafe, restoran siap saji dan hanya sekedar ngopi dan menikmati jajanan pasar sekelas kaki lima pun ada, “Tempat ini menjadia tujuan utama warga di sekitar Tambun,” jelas Encep, sambil mengatakan mereka ada juga yang membawa keluarga.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Kampung Siluman ini menyebabkan harga pasaran tanah pun meningkat dan bisa 20 kali lipat Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), “Di tempat saya aja harganya sudah Rp 7-8 juta permeter. Malah ada yang mencapai Rp 10 juta,” ujar Alif, Ketua RT 001/02 Kampung Siluman.

Warga pun berharap sejalan dengan perkembangan ekonomi dan peredaran uang di Kampung Siluman mencapai Rp 2 miliar lebih perhari, segeralah Pemkab Bekasi memperbaiki kondisi jalan dan saluran, “Hujan tidak hujan tetap becek,” kata Bolot Hadisuwanto, Ketua RT 003/02 Kampung Siluman yang jalannya selalu becek akibat air rumah tangga meluap ke jalan.

Reporter: Saban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini