Baru 2 Hari, Sudah 30 Mengajukan Cerai Pengadilan Agama Cikarang

Infobekasi.co.id – Baru dua hari Pengadilan Agama (PA) Cikarang dibuka, sudah ada 30 warga yang mengajukan cerai, “Tahun 2021 ini baru dua hari pendaftaran dibuka, warga yang mengajukan gugatan sudah banyak,” ujar Yuli, petugas pendaftaran perkara, Selasa (5/1/2021).

Menurutnya, tahun 2020 lalu pendaftaran ditutup pada 24 Desember 2020 dan baru buka 04 Januari 2021, “Kemungkinan karena tertunda, jadi banyak yang daftar awal tahun,” katanya menduga-duga.

Pengamatan Infobekasi.co.id, pihak yang mengajukan gugatan adalah sang istri. Ada 27 wanita selama dua hari gugat cerai suaminya di PA Cikarang, dengan materi gugatan bermacam-macam.

“Ini baru dua hari, bagaimana sebulan, setahun pasti ribuan calon janda di Kabupaten Bekasi,” ujar Yanto, warga yang mengantar adiknya menggugat sang suami.

Mereka yang mengaku siap jadi janda itu karena sudah tidak kuat lagi dengan ulah sang suami, “Sejak menikah sampai sekarang , saya yang mencari nafkah dia mah sibuk ngurusin burung dan main game,” ujar Komariah, 29, warga Tambun Selatan.

Hal serupa disampaikan Novri Fitriyanti, 35, dirinya terpaksa mengajukan gugat cerai karena suami tidak memberi nafkah dan menantang, “Dikiranya saya nggak bisa ngurus sendiri ke pengadilan,” kata wanita yang mendapat nomor pewrkara 22 ini.

Sementara itu Kecamatan yang paling banyak warganya mengajukan gugatan cerai adalah Tambun Selatan. Sementara itu Data itu tercatat di Lembaga Konsultan Bantuan Hukum (LKBH) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Bekasi.

Selain masalah ekonomi, orang ketiga dan juga masing-masing pihak mengaku menjaga harga dirinya. Bahkan tak jarang pula pasangan yang bercerai karena selingkuh. “Banyak faktor yang menyebabkan wanita lebih agresif mengurus perceraian,” ujar Abdul Chalim Sobri, salah satu pengacara di LKBH ICMI Bekasi.

Fenomena istri lebih banyak menggugat ini karena ada perasaan ego dan nafsu semata dalam berumah tangga dan biasanya karena istri yang terlalu banyak menuntut sedangkan kemampuan suami tidak ada.

Chalim mengimbau pernikahan dilakukan atas dasar agama dan cinta, sehingga tidak terjadi perceraian. Petugas di Kantor Urusan Agama diminta memberikan bekal ketika ada pasangan yang menikah. “Yang bisa mengerem angka perceraian adalah agama yang benar,” katanya. (Saban)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini