Tarif Aborsi Ilegal di Mustikajaya dan Cara Mendapatkan Pasien

Infobekasi.co.id – Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya menggerebek sebuah rumah dijadikan tempat praktik aborsi ilegal di Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, diantaranya pasangan suami istri dan seorang pelanggan.

“Tersangka IR yang melakukan tindakan aborsi ini bukan seorang tenaga kesehatan, tidak memiliki kompetensi juga untuk melakukan aborsi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021).

Ia menyebut, tersangka pernah bekerja di klinik aborsi selama empat tahun sejak tahun 2000. Selama membuka praktik, kata dia, tersangka IR menetapkan aturan khusus. Sehingga tidak semua pasien akan diterima untuk mendapatkan tindakan aborsi.

“Hanya menerima aborsi dengan usia janin 8 minggu ke bawah karena bentuknya masih gumpalan darah ya, jika sudah di atas 8 minggu atau lebih dari dua bulan, tidak diterima karena alat-alat yang dipunya itu terbatas,” kata Yusri.

Selain itu, kata dia, tersangka juga menggunakan obat dari zat kimia. Adapun tarif yang dipatok senilai Rp 5 juta. Selama membuka praktik, kata dia, IR dibantu suaminya. Untuk mendapatkan pasien, tersangka meminta jasa calo.

Atas praktek aborsi ilegal ini, para tersangka akan dikenai pasal berlapis berupa Pasal 194 dan Pasal 175 UU No 36 tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda 1 miliar Rupiah, Pasal 77 UU No 23 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 64 tentang Tenaga Kesehatan dengan ancaman 5 tahun penjara. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini