Kabupaten Bekasi Fokus Penanganan Stunting di 76 Desa

Infobekasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi memfokuskan penanganan stunting atau gagal tumbuh pada balita di 76 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Penanganan yang akan dilakukan di antaranya meminimalisir kemiskinan ekstrem yang menjadi ‘akar’ dari stunting.

Untuk meminimalisir kemiskinan, upaya yang akan dilakukan seperti mengarahkan kepala keluarga yang masih tergolong usia muda untuk bekerja di perusahaan. Upaya ini sejalan dengan program pemerintah daerah yang telah membuat nota kesepahaman dengan 61 perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Nah ini akan kita prioritaskan bagi kepala keluarga yang rawan stunting asalkan datanya akurat. Kita fokus dulu di 19 kecamatan, yang masuk list-nya dalam 76 desa dengan data by name by adress, dan dia sudah dapat program apa,” ucap Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan.

Baca juga : Kemiskinan Akar dari Stunting di Kabupaten Bekasi

Langkah selanjutnya, yakni edukasi bagi kaum ibu yang rawan terkena stunting. Dalam hal ini, kaum ibu diberikan pemahaman terkait kesehatan hidup agar anak yang akan lahir terhindar dari stunting.

“Saya minta Tim Penggerak PKK, DPPKB, kemudian DP3A bisa meluncurkan program untuk bisa meningkatkan pengetahuan ibu dalam rangka melahirkan dan menumbuhkembangkan anak,” katanya.

Dia juga mengatakan, untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga yang berpotensi stunting, maka diperlukan beberapa program pendukung lainnya yang sudah berjalan. Seperti mendapat Program Rumah Tidak Layak Huni dan sistem pengelolaan air.

“Cari di 76 desa ini dulu, kemudian fokus kepada rumah yang rawan stunting dan miskin ekstrem, jadi nanti syaratnya itu dulu, termasuk sistem pengelolaan air limbah domestik setempat,” katanya.(kendra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini