Remaja Masa Kini Rentan Gangguan Mental

Infobekasi.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengatakan banyak faktor mempengaruhi terjadinya gangguan kesehatan mental kaum remaja saat ini. Gangguan kesehatan terjadi lantaran beberapa faktor pemicu.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2021, tercatat 20 persen dari total penduduk Indonesia mengalami potensi masalah kesehatan mental.

Dari hasil penelitian tersebut ditemukan data bahwa hampir 96% remaja mengalami gejala kecemasan (anxiety). Dan 88% diantaranya mengalami gejala depresi.

“Kesehatan mental banyak pengaruhnya, apakah dari keluarganya sendiri, Lingkungan ataupun yang lainnya. Walau stress jangan diartikan gila, meski memang pada akhirnya akan menuju kesana,” kata Tanti di Bekasi, Minggu (04/12/2022).

Tanti menilai, terlebih secara letak geografis sekitaran wilayah Kota Bekasi merupakan wilayah notabene sebagai Kota metropolitan. Di mana kota-kota besar tentunya beresiko rentan terhadap gangguan kesehatan mental.

“Karena bagaimanapun juga Kota Bekasi adalah wilayah metropolitan,  kota penyangga, dekat dengan pusat. Bagaimana kota-kota besar ini resisten mengalami stress,” ujarnya.

Lebih jauh Tanti menjelaskan, usia remaja mempunyai khalayan cukup luar biasa. Sehingga, apabila kesehatan mental ini tidak ditangani dengan cukup baik, maka pengaruh negatifnya, ketika para remaja tersebut beranjak usia dewasa akan ada dampak psikologis.

“Ada pengaruhnya pasti, kemungkinan besar setelah masa remaja, faktor lingkungan yang membentuk keperibadian, positif dan negatif. Apabila lingkungannya lebih besar negatifnya, tidak menutup kemungkinan akan berdampak lebih parah lagi,” tutur Tantri.

Guna menyikapi dan mengobati gangguan kesehatan mental para remaja, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, kerap datang ke sekolah-sekolah, memberikan pembekalan mengenai cara menyikapi gangguan kesehatan mental.

“Makanya, untuk mengantisipasi hal itu kita biasanya datang ke sekolah-sekolah yang sudah ada jadwalnya di Puskemas. Makanya, ada usaha kesehatan sekolah, itu biasanya ada pembinaan, penjaringan khususnya di lingkungan sekolah, terutama untuk anak sekolah SMP dan SMA. Edukasi sosialisasi terkait berbagai macam permasalahan di masa remaja harusnya terus disosialisasikan,” beber Tantri.

Salah seorang Remaja, Jessya (17), angkat bicara menyikapi gangguan kesehatan mental di usia remaja. Menurutnya, gangguan kesehatan mental di kalangan remaja bisa terjadi faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun tugas-tugas sekolah.

“Kalau saya pribadi, soal kesehatan mental mungkin lebih mempengaruhinya tuh ke lingkungan keluarga, lingkungan sekolah kaya teman-teman, sama pelajaran yang ada. Tapi, yang lebih utama tuh soal materi pelajaran. Karena, sekarang kan materi pelajaran yang dipelajari banyak banget,” kata Jessya, saat berbincang dengan jurnalis Infobekasi.co.id beberapa waktu lalu.

“Terus dipenuhi sama tugas kerja kelompok. Kerja kelompoknya itu bukan hanya tenaga aja dikeluarin, tapi duit juga dikeluarin, minta duitnya ke orang tua, kan nggak segampang itu. Apalagi kalau hari ini sudah kerja kelompok, besok ada kerja kelompok lagi, minta duit lagi, itu kan kurang enak,” imbuhnya.

Kata Jessya, hal-hal itulah yang terkadang kerap memicu terjadinya stress, Antara tidak bisa membagi waktu dan terkadang sulit untuk makan, dan menimbulkan pemikiran buruk.

“Itu kadang suka micu stress, susah membagi waktu, karena nilai turun, stress sulit makan, jadi kepikiran yang enggak-enggak. Terus cemas juga, over thinking berlebihan, karena fokusnya kebagi dua. Jadi kita mikirnya banyak banget,” ucap Jessya.

Siswa jurusan IPS di salah satu sekolah Negeri di Kota Bekasi ini kerap curhat, bercerita kepada orang-orang terdekat, kawan di sekolah agar meringankan beban pikiran, meluapkan keluh kesah yang dialaminya. Jarang terbuka kepada orang tua atas permasalahan sehari-hari.

“Biasanya sering cerita ke sahabat-sahabat terdekat, sama orang yang bisa dipercaya. Saya engga pernah cerita ke keluarga kalau lagi stres. Paling cerita kalau lagi engga enak badan aja. Kalau cape, stress, saya nggak pernah terbuka,” ujar Jesyya.

Kontributor: Denny Arya Putra

(drs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini