Dugaan Motif Lain Kasus Penyerangan Pengunjung Warkop, Chat WA Pacar

Infobekasi ,- RF (21) satu dari empat pelaku yang melakukan penyerangan terhadap pemuda di warung kopi Bekasi Selatan kini ditangkap Polisi, belakangan diduga pelaku kesal lantaran korban menggoda kekasihnya.

Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Jupriono, korban yaitu SM (22) diduga menggoda kekasih pelaku melalui WhatsApp.

“Ada informasi awal bahwa korban ini pernah WA ke pacarnya pelaku. Sehingga semakin tidak senang pelaku kepada korban,” ucap Kompol Jupriono, Rabu (14/6/2023).

Meski demikian, isi percakapan dari korban ke kekasihnya itu belum dapat dipastikan, saat itu pelaku hanya meminta untuk bertemu korban.

“Itu belum bisa dibuktikan isi WA nya ke pacarnya, tapi kalo WA pelaku dengan korban sebelum kejadian hanya minta shareloc untuk ketemu,” imbuhnya.

Sejauh penyidikan yang dilakukan, motif pelaku menyerang korban lantaran kerap dibuly, ketika semasa sekolah SMA.

Keduanya merupakan teman satu sekolah hanya berbeda angkatan.

“Pelaku ini merasa tidak senang dengan korban, karena ketika sekolah bersama-sama pelaku ini jadi juniornya korban dan selama di sekolah seringkali dibully oleh korban sehingga membekaslah sampai saat ini timbul dendam,” ucapnya.

Namun terkait adanya dugaan perempuan, pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Untuk masalah perempuan masih kita dalami lagi apakah memang ada motivasi lain selain alasan sering di-bully waktu sekolah,” tutur Jupriono.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/6) lalu, pukul 23.30 WIB.

Pelaku meminta korban untuk bertemu, sehingga korban mengirimkan titik lokasi melalui WhatsApp.

Dan lokasi itu berada di warung kopi AJ di jalan Kemandoran, Pekayon Bekasi Selatan.

RF datang dengan tiga rekan lainnya, namun RF langsung menyerang SM dengan celurit hingga korban terluka dibagian siku dan pinggul.

Usai kejadian tersebut, pelaku melarikan diri, adapun Celurit yang ia gunakan langsung dibuang ke wilayah Kalimalang. Namun polisi tak dapat menemukannya.

Ketiga orang lainnya kini tengah diburu polisi, dan berstatus DPO.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan hukuman 9 tahun penjara.

“Pasal yang kita kenakan di pasal 170 ayat 2 ke 2E KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun,” tutup Kompol Jupriono. (Fahmi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini