Saolin, Juru Ketik Kyai Noer Ali

infobekasi.co.id – Saolin, seorang Asisten Wedana, zaman Kyai Noer Ali masih jadi Bupati (tepatnya ketua Dewan Pemerintahan Kabupaten Bekasi).

Ketika Kyai Noer Ali kembali ke kampung Ujung Malang, memimpin Yayasan Attaqwa (dulu YP3I), Saolin termasuk yang diajak untuk berbakti kepada Yayasan.

Kombinasi Kyai Noer Ali dengan Saolin begitu kompak dan harmonis. Sehingga apabila seseorang melihat Kyai berbicara dengan Saolin di tepi jalan pondok atau di depan kantor Yayasan, pemandangan yang muncul adalah seperti seorang Bupati yang tengah berbicara dengan ajudannya.

Yang mengagumkan dari Saolin adalah kemampuan mengingat setiap perintah yang disampaikan Kyai kepadanya, tanpa dicatat.

Setiap tugas yang diminta, dikerjakannya dengan rapih dan tepat waktu, tak perduli sesibuk apapun setiap harinya. Apabila tugas selesai, Ia akan menunggu di kantor Yayasan sebelum Kyai Noer Ali tiba.

Rumahnya hanya terbuat dari pagar bambu dan letaknya di seberang jalan, tepat di pojok kiri pondok pesantren putera, pas di tikungan.

Rumah itu dibangun di atas tanah Yayasan yang dipinjamkan Kyai Noer Ali untuk ditempati. Semacam rumah dinas.

Saolin punya kendaraan istimewa berupa sepeda ontel. Sepeda itu selalu mengkilat, tanda terawat dengan baik. Apabila Ia sedang mengendarainya, kereta anginnya itu berbunyi “tik-tik-tik”.

Dan ketika melihatnya sedang mengayuh sepeda, dengan pakaian kebanggaannya seperti werknemers itu, seperti melihat tokoh “Omar Bakri” (seperti yang digambarkan Iwan Fals dalam lagunya) terpersonifikasi padanya.

Saolin nyaris tidak mengenal waktu dalam bekerja. Sering ia terlihat mengetik (“ngetep” menurut istilahnya sendiri. Mungkin dari bahasa Belanda/Inggris “type” diucapkan “taip” dan “tep”) selepas Ashar atau Isya.

Suara mesin tiknya berirama, tidak lambat dan tidak pula cepat. Kalau sudah mengetik seperti itu, Ia seperti menyatu dengan alat tulis itu.

Saking rapihnya pengarsipan data , Saolin mampu mencarikan suatu dokumen di rumahnya, meskipun dalam situasi gelap, tanpa cahaya. Tidak heran jika Kyai Noer Ali sering merujuk Saolin sebagai rujukan.

Sering terucap dari mulut Kyai Noer Ali, “Lu kalah sama Saolin sih” atau “kalau kerja kaya Saolin tuh,”

Berkat loyalitas dan pengabdiannya, Saolin diberangkatkan ibadah haji dari Yayasan Attaqwa.Kyai Noer Ali memberangkatkan Saolin ke tanah suci adalah pilihan tepat.

Saolin memang seorang administratur yang cekatan, disiplin dan loyakitas tanpa batas yang dimiliki Kyai Noer Ali menjadi bagian perjalanan Yayasan Perguruan Pondok Pesantren  Attaqwa, Bekasi.

Penulis : Cecep Emha

Editor  : Deros D.Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini