Komisi II DPRD Kota Bekasi Gelar Rapat Koordinasi untuk Proyek PLTSa

Infobekasi – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mengadakan rapat koordinasi strategis guna membahas proses tender pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis energi ramah lingkungan di Kota Bekasi. Rapat ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mendukung proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), yang dianggap sebagai proyek strategis yang harus segera dilaksanakan sebelum tahun 2024.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Alimudin, menekankan urgensi pelaksanaan proyek ini dalam konferensi persnya. “Latar belakang terkait adanya proyek PLTSa ini merupakan proyek strategis yang harus dilaksanakan sebelum tahun 2024. Dalam hal ini, kami dari Komisi II, dan saya sebagai Sekretaris Komisi II, mendorong secepatnya kepada Pemkot Bekasi untuk melaksanakan pengolahan sampah berbasis energi listrik,” kata Alimudin.

Sebuah konsorsium perusahaan berkomitmen untuk berinvestasi sekitar Rp 1,6 triliun dengan progres dua tahun untuk konstruksi dan 30 tahun untuk operasi dan pemeliharaan. Alimudin menambahkan, “Proyek pengolahan sampah berbasis listrik ini memiliki manfaat dan dampak besar. Tentu akan meminimalisir dampak pencemaran baik limbah sampah maupun air lindi, dan dampak ini terasa di Mustika Jaya dan sekitarnya.”

Pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kota Bekasi diharapkan dapat mengelola dan mengurangi volume sampah sebanyak 800 ton per hari dari total produksi sampah harian yang mencapai 1.800 ton. Inisiatif ini dianggap sebagai terobosan positif yang akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan penghematan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Selain itu, akan memberikan penghematan terkait biaya APBD yang setiap tahunnya Pemkot Bekasi harus membebaskan lahan seluas 1,5-2 hektare untuk perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu,” ungkap Alimudin.

Sebagai anggota legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, Alimudin berkomitmen untuk terus memantau proyek ini hingga 30 tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasilnya sesuai harapan masyarakat dan dampak pencemaran sampah dapat tertanggulangi secara signifikan di wilayah Bantar Gebang, Mustika Jaya, dan sekitarnya. (advertorial)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini