Dari Pengusir Burung Sawah Jadi Hiasan Wisata, Pesona Kincir Angin di Bekasi
infobekasi.co.id – Pesona budaya lokal tampak memukau di salah satu kawasan wisata tepi air, tepatnya di sungai rindu, Tarumajaya, Bekasi, dengan adanya kincir angin tradisional berbahan kayu dipasang di jembatan bambu.
Kerajinan rakyat yang unik dan sarat nilai budaya ini menjadi daya tarik bagi setiap pengunjung yang melihat, terutama mereka yang berjiwa seni.
Keunikan kincir ini terletak pada ornamen berbentuk figur manusia berbusana adat, menyerupai tokoh‑tokoh pewayangan Nusantara. Cara kerjanya sederhana, hembusan angin akan memutar baling‑baling, sehingga lengan‑lengan patung tersebut bergerak seolah sedang berinteraksi secara hidup.
Penjual kincir angin model tersebut terbilang sudah langka di temui di Bekasi, meski ada, pembeli musti inden alias memesan beberapa hari baru jadi.
Di Kaliabang Tengah, penjual kincir angin, Mang Atin, menuturkan, pembuatan kincir angin model seperti itu, musti dibuat dengan keahlian khusus dan mereka yang memang berjiwa seni, lebih paten hasilnya jika dibuat dengan manual tanpa alat mesin.
“Paling yang dibutuhin bahan-bahanya; kayu, geragaji, palu (martil), paku, cat dan perintilannya. Yang utama jiwa seni-nya kudu punya, kalau enggak ada jiwa seni ora jadi-jadi hasilnya,” tutur Mang Atin saat berbincang kepada infobekasi, Senin (13/7/26).
Masih kata Mang Atin, Ia hanya membuat kincir angin jika ada orderan saja, selebihnya hanya sekedar meyalurkan bakat dan hobi sdkaligus penghasilan sampingan.
“Bikin kalau ada yang pengen ajah (pesan), sembari menyalurkan hobi seni. Kan kita ada kerjaan lain,” ujar pria bertubuh jangkung tersebut yang sehari-hari berporfesi sebagai penarik becak di sekitar pasar Blok ii, Pondok Ungu, Bekasi Utara.
Sekedar informasi, kincir angin jenis ini secara tradisional dikenal masyarakat agraris sebagai alat pengusir burung di persawahan, bahkan dipajang di atas rumah sebagai hiasan. Kehadiran kincir angin di kawasan wisata menjadi langkah positif, melestarikan warisan budaya sekaligu pengembangan sektor perekonomian industri kreatif lokal menjadi hidup.
(Ded)
Foto: Ari/infobekasi


