Infobekasi.co.id – Pembahasan mengenai kental manis yang disamakan dengan susu kembali mencuat di media sosial. Isu ini menyoroti konsumsi kental manis pada anak-anak sejak usia dini.
Seorang netizen di platform X mengungkapkan bahwa keponakannya mengalami obesitas, disertai dengan foto Kenzi, balita asal Bekasi sempat viral karena obesitas akibat konsumsi kental manis berlebihan. Unggahan ini memicu komentar warganet menduga kebiasaan tersebut sebagai penyebabnya. Kenzi kini berada di bawah pengawasan medis RS Cipto Mangunkusumo.
Kisah lain datang dari seorang ibu di Instagram menyatakan anaknya sering sakit sejak usia dua tahun akibat rutin mengonsumsi kental manis. Video lama yang menampilkan seorang ibu memberikan kental manis kepada anaknya juga kembali viral setelah diunggah oleh akun parenting.
Maraknya kemasan sachet di pasaran memperkuat anggapan keliru di masyarakat bahwa kental manis adalah susu cair. Fenomena ini menekankan pentingnya edukasi mengenai susu kental manis, bukan untuk melarang, tetapi untuk memberikan pemahaman yang benar tentang cara konsumsinya.
Melalui laman Alodokter, dr. Riza Marlina menanggapi pertanyaan seorang ibu hamil 4 bulan yang gemar mengonsumsi kental manis karena rasanya yang enak dan mengenyangkan.
“Sesuai dengan rasanya yang manis, susu kental manis ini mengandung tinggi gula. Merujuk pada anjuran BPOM, SKM boleh disajikan sebagai topping, pelengkap, atau campuran makanan seperti roti, martabak, kopi, maupun teh. Artinya, Anda tidak dianjurkan menikmati SKM sebagai hidangan tunggal seperti minum susu,” jelas dr. Riza, Senin, 22 September 2025.
Ia menambahkan bahwa kental manis kaya akan gula dan tidak sesuai untuk dikonsumsi, terutama oleh ibu hamil.
“Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi SKM sebagai susu pada umumnya karena kandungan gulanya yang tinggi dapat menimbulkan komplikasi seperti diabetes, selain itu juga berisiko bayi lahir dengan keterampilan kognitif yang buruk,” tegasnya.
Dr. Riza menyarankan agar ibu hamil memilih produk susu yang direkomendasikan oleh dokter.
“Guna mencegah dampak buruk tersebut, sebaiknya ibu mengonsumsi susu yang sesuai, yaitu susu ibu hamil yang formulasinya telah disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil. Dengan demikian, manfaat yang diperoleh akan lebih optimal bagi ibu dan janin,” pungkas dr. Riza.
Reporter : Fahmi
Editor: Dede Rosyadi






























