Basnang Said dan Proses Terbentuknya Ditjen Pesantren
infobekasi.co.id – Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren (PK‑Tren) Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Direktur Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, terkait perannya dalam proses pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. Lembaga itu resmi ada melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang Susunan Organisasi Kementerian Agama.
Ketua Umum PK‑Tren, Assoc. Prof. Dr. KH. M. Ilyas Marwal, menyatakan pembentukan Ditjen Pesantren tidak terjadi secara tiba‑tiba, melainkan hasil upaya dan perjuangan panjang. Basnang Said disebut menjadi salah satu pihak yang aktif mendorong dan memperjuangkannya.
“Beliau terlibat aktif mendorong penguatan kelembagaan hingga akhirnya terbentuk. Butuh waktu, komunikasi, dan pemahaman mendalam soal dunia pesantren,” ujarnya dalam Halaqah Nasional V Pimpinan Pesantren se‑Indonesia di Hotel Grand Sahid Jakarta, Senin (18/5/2026).
Selain itu, selama menjabat Basnang Said juga menyusun arah kebijakan dan rencana pengembangan pesantren nasional, mulai dari kelembagaan, pendidikan, perlindungan santri, sampai peningkatan sumber daya manusia. Ia juga sering turun langsung ke lapangan, berkunjung ke pesantren di berbagai daerah untuk mendengar langsung masukan dan kebutuhan, serta berkomunikasi dengan banyak pihak terkait.
Ketua Dewan Pertimbangan PK‑Tren, Ma’ruf Amin, menyebut lembaga baru ini membutuhkan pemimpin yang mengerti dunia pesantren dan mampu bekerja baik.
PK‑Tren berharap dengan adanya Ditjen Pesantren, keberadaan dan peran pesantren makin kuat, berperan membangun sumber daya manusia, karakter, dan nilai kebangsaan di Indonesia.
“Pesantren harus tetap menjadi pusat pembentukan karakter, penjaga nilai bangsa, dan tempat pembinaan moral,” tutup Ilyas.
