Skip to content

Pengkolan Warung Ayu: Jejak Nama yang Tak Lekang Jadi Penunjuk Arah di Babelan

Infobekasi.co.id – Di tengah padatnya pemukiman dan lalu lintas di Jalan Raya Babelan, Kelurahan Kebalen, Kabupaten Bekasi, ada satu nama yang tak pernah hilang dari ingatan warga. Tegongan atau belokan jalan Warung Ayu, begitulah orang menyebutnya.

Bukan sekadar pertemuan jalan biasa, tempat ini telah bertransformasi menjadi penanda wilayah yang paling ikonik dan kesohor, rujukan utama setiap kali seseorang bertanya alamat di kawasan ini.

Berada tepat di akses utama yang menghubungkan berbagai pelosok, nama Warung Ayu seolah menjadi kompas bagi warga. Dari sini, arah menuju puluhan perumahan padat penduduk di sekitarnya terasa lebih mudah dicari. Namun, di balik nama yang melekat erat itu, tersimpan kisah sederhana yang menjadi akar ketenarannya.

Menurut penuturan juru parkir yang sehari-hari berjaga di lokasi, nama tersebut tidak muncul begitu saja. Dulu, tepat di area pengkolan ini, berdiri sebuah warung kecil yang sudah melayani warga sejak masa-masa awal kawasan ini mulai dihuni.

“Sebelum ada nama gang atau jalanan di sini, saat suasana masih sepi dan belum seramai sekarang, Warung Ayu sudah ada sejak dulu. Itulah sebabnya namanya begitu melekat dan terkenal,” kenang juru parkir itu seraya menunjuk ke arah sisi selatan persimpangan, tempat di mana warung itu dulu berdiri.

“Lokasinya di sebelah kidul sana, beberapa meter dari pertemuan jalan ini. Sayangnya, sekarang warungnya sudah tutup dan tak beroperasi lagi,” tambahnya saat ditemui Infobekasi, Rabu (17/6/2026).

Kenangan tentang tempat ini tak berhenti sekadar soal warung yang tutup. Bagi warga lama, Tegongan Warung Ayu juga saksi bisu denyut nadi ekonomi dan sosial masa lalu. Sekitar tahun 1999 hingga awal 2000-an, sudut jalan ini hidup dengan kehadiran para tukang ojek yang mangkal menunggu penumpang. Suara celoteh dan deru motor mereka menjadi pemandangan akrab setiap hari.

Seiring berjalannya waktu, wajah kawasan perlahan berubah. Pembangunan merambah ke mana-mana, jalanan makin ramai, dan keberadaan ojek pengkolan perlahan tergerus zaman hingga akhirnya menghilang. Warung yang menjadi asal mula nama itu pun ikut menutup pintu.

Namun, ada satu hal yang tak ikut pudar:, nama Warung Ayu. Meski fisik bangunan dan pemandangan masa lalu telah berganti wajah, sebutan itu tetap hidup dan eksis hingga kini. Ia bertransformasi dari sekadar nama sebuah usaha kecil menjadi identitas wilayah yang abadi.

Kini, ketika warga Babelan dan sekitarnya ingin menjelaskan lokasi rumah atau tempat tujuan, Warung Ayu tetap menjadi patokan utama yang paling mudah dipahami siapa saja, sebuah jejak sederhana yang terus memandu arah di tengah perubahan zaman.

(Ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *