Tradisi Masyarakat Sunda Untuk Menyambut Ramadhan

Tradisi290212Munggahan merupakan tradisi masyarakat Sunda saat menyambut bulan suci Ramadhan. Munggahan sendiri berasal dari kata unggah yang berarti “pindah ke tempat lebih tinggi”. Hal ini dalam artian menjelang bulan Puasa pindah ke suasana dan segala aktivitas yang lebih baik. Saat menjelang bulan Ramadhan, kegiatan munggahan ini kadang diidentikkan dengan makan bersama. Hal ini biasa lebih dikenal dengan kegiatan “botram” yakni makan bersama, baik itu dengan sanak keluarga maupun teman-teman. Namun, hal ini bukan berarti munggahan selalu harus makan-makan.

Tradisi munggahan juga ternyata banyak memiliki manfaatnya yaitu pererat tali silaturahmi saling memaaafkan antara sesama agar bisa memulai ibadah puasa dengan hati yang bersih.

Selain itu, munggahan juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas rejeki yang telah diberikan. Juga sebagi media untuk menunjukan rasa hormat, bahagia serta rasa antusias kita dalam menghadapi datangnya bulan Ramadhan.

Munggahan juga bisa dilakukan dengan cara pergi ke sumber mata air, seperti sungai, danau, pemandian air panas maupun pantai dengan tujuan untuk beberesih (adus) atau mandi besar serta keramas untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan puasa Ramadhan.

Sebagian masyarakat ada pula yang melaksanakan tradisi munggahan ini dengan melakukan kegiatan yang lebih religi seperti berziarah ke makam krabat ataupun para wali.

Dengan demikian, tradisi yang terlihat sederhana ini harus tetap di jaga dan dilestarikan, karena tradisi ini memiliki banyak manfaat dan makna tersendiri.(Boyo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini