12 Sekolah Internasional Ikuti Simulasi Konferensi PBB di Sekolah Victory Plus

pbbBekasi Selatan – Dengan menghadirkan siswa dari 12 sekolah berkurikulum internasional di Bekasi, Jakarta, Bali dan Netherlands, Sekolah Victory Plus (SVP) adakan simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (Model Of United Nation), Kamis (23/10). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kepekaan dan kesadaran siswa terhadap isu-isu global.

“Kami memandang, penyadaran terhadap isu-isu global melalui kegiatan konferensi seperti ini sangat penting. Kita juga sekaligus bisa memancing kreativitas para siswa dalam memandang dan menyelesaikan berbagai isu global. Istilahnya, kita bisa menemukan something new,” ujar Marketing Communication Manager Sekolah Victory Plus,  Christina Meriani.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan simulasi akademis dari PBB yang bertujuan untuk mendidik para siswa dan siswi tentang kejadian-kejadian terbaru, topik di dalam hubungan internasional dan melatih kemampuan berdiplomat dalam konteks pergaulan Internasional.

Para siswa yang menjadi peserta dalam kegiatan ini akan memerankan profesi diplomat yang mewakili negara dalam sebuah simulasi Dewan di PBB seperti Dewan Keamanan atau majelis Umum PBB.

“Mereka meneliti negara yang mereka wakili, melakukan peranan sebagai diplomat, melakukan investigasi terhadap isu-isu internasional, berdebat, berunding, berkonsultasi, dan mengembangkan solusi terhadap permasalahan dunia.” ujarnya

Dengan mengangkat tema tentang isu-isu keamanan Internasional abad 21 di dunia, seluruh peseeta seakan-akan seperti majelis Umum PBB. Meskipun mereka masih merupakan siswa tingkat SMP kelas 8 sampai dengan SMA Kelas 12, mereka akan dibagi kedalam 3-5 kelompok delegasi. Masing-masing delegasi nasional terdiri dari 2 siswa dan seorang guru sebagai fasilitator, dimana yang nantinya siswa belajar untuk berkolaborasi dan bernegosiasi dengan menggunakan Bahasa Inggris.

“Jadi pada kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa mengenal ilmu sosial politik dasar, namun diakhiri dengan pencarian bakat dalam bentuk best individual, best tim, best speech, best cultural exchange performance juga,” jelas Christina.

Lanjut dia, dengan kegiatan ini pula para siswa dapat mengaplikasikan pengetahuannya terhadap apa yang telah mereka pelajari, serta dapat mengetahui tindakan riil internasional apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikannya.

“Intinya, ini supaya anak-anak aware dengan isu-isu global, seperti keamanan internasional dan yang mengarah ke world peace. Nah, kita mengembangkan itu sebagai topik diskusi. Terutama isu yang sangat penting seperti yang ada dalam kategori extra ordinary crime,” imbuhnya.

Ini merupakan tahun ketiga SVP menyelenggarakan kegiatan simulasi konferensi PBB ini. dimana pada tahun pertama baru diikuti oleh 3 sekolah, di tahun kedua ada 12 sekolah dan tahun ketiga ini ada 12 sekolah.

“Hampir semua sekolah internasional melakukan simulasi konferensi PBB ini. Namun untuk di Bekasi sendiri, baru SVP yang melakukan ini,” pungkas Christina.(Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini