Warga TPST Bantargebang : Selama Ini Kami Menderita Karena Sampah

sidak bantargebang3Bantargebang – Salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebanng, Nuryadi mengatakan bahwa dirinya dan warga yang tinggal di Bantargebang merasa menderita akibat bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah di TPST Tersebut.

“Bukan rela lagi, kami menderita hidup disini. Banyak sekali kerugian kami, mulai dari minimnya air bersih, gagguan kesehatan dan lain sebagainya,” akunya saat ditemui oleh Komisi A DPRD Kota Bekasi dan awak media di lokasi TPST Bantargebang, Selasa (3/11) siang.

Nuryadi mengatakan bahwa dirinya mendapat dana bantuan kompensasi sampah dari Pemprov DKI sebanyak Rp 200 ribu per tiga bulan. Namun, dia merasa dana kompensasi tersebut sangat tidak seimbang dengan keluhan lain yang banyak dirasakan oleh warga.

“Ya kita dapet dana 200 ribu, tapi untuk minum air bersih kita harus beli air galon yang total pengeluarannya bisa sampai Rp 20 ribu sehari. Itu baru persoalan air mium, belum makanan dan lainnya. Sangat tidak seimbang. Sampai hari ini kami belum menkmati air bersih dari DKI,” ujarnya.

Lanjut Nuryadi pula, untuk urusan kesehatan dirinya mengaku setiap memilii keluhan kesehatan harus membeli obat sendiri. Padahal, menurut nota kesepahaman pengelolaan Bantargebang, DKI punya kewajiban untuk distribusi obat ke wilayah Bantargebang dua kali dalam setahun.

“Waktu kebakaran TPST waktu itu juga, untuk bantuan masker saja kami harus teriak-teriak dulu baru dikasih. Kami sampai harus ngungsi ke balai desa. Bantuan yang datang pun kebanyakan dari LSM, bukan DKI. Saya meminta kepada Pemprov DKI, setidaknya untuk area lokasi jalan harus bersih jangan seperti ini. Bercecer kemana-mana,” Pungkasnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini