Ahok Tak Hadiri Undangan, DPRD Kota Bekasi: Bekasi Seperti Diinjek-Injek

rapatBEKASI TIMUR – Komisi A DPRD Kota Bekasi merasa kecewa atas ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam pemenuhan undangan rapat membahas Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Rabu (18/11). Bukannya memenuhi undangan, Ahok justru meminta diwakilkan oleh Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Kekecewaan itu diungkapkan oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata dalam rapat terbuka yang dilakukan di lantai 3 ruang Aula Kantor DPRD Kota Bekasi tersebut. Menurutnya, undangan yang ditujukan beberapa hari yang lalu kepada gubernur DKI Jakarta itu bukanlah yang bersikap bisa diwakilkan.

“Kami harus dapat kejelasan dan ketegasan langsung dari gubernur DKI Jakarta. Untuk itulah kami mengundang gubernur hadir. kami ingin pak ahok datang supaya ada komitmen dari pak Ahok, kami nggak lagi main-main. Kok setiap ada pelanggaran yang diutus itu dinas kebersihan? Padahal kan yang tandatangan itu antara pimpinan daerah, DKI Jakarta dan Bekasi,” tegas Ariyanto.

Dirinya juga mempertanyakan, apakah Kepala Dinas Kebersihan telah diberikan kuasa oleh Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan keputusan dalam rapat terkait tindak lanjut evaluasi kedepannya. Namun, Kepala Dinas Kebersihan, Isnawa Adji tidak bisa membenarkan pernyataan itu. Isnawa mengatakan, hasil dari rapat akan terlebih dahulu dilaporkan ke Gubernur, baru hasilnya akan kembali dilaporkan ke Pemkot Bekasi dan DPRD Kota Bekasi.

“Kami membutuhkan ketegasan untuk masalah ini. Untuk itu saya memandang perlu untuk mengundang Ahok kesini. Tapi berhubung beliau tidak hadir, saya rasa akan perlu mengundang Ahok lagi. Kami nggak bisa tinggal diam warga Bekasi tidak dapat  minum air bersih. Kok Bekasi seperti diinjek-injek. Saya nggak yakin DKI nggak mampu menyelesaikan ini. Kalau minta maaf sih pasti saya maafin tapi masalahnya warga kami gimana?” ujar Ariyanto.

Satu suara dengan Ariyanto, Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi yang lain, Chairoman menyatakan bahwa masih banyak kekecewaan lain yang dirasakan oleh DPRD Kota Bekasi sejak adanya persoalan Bantargebang, salah satunya hate speech yang dilontarkan Ahok kepada anggota DPRD Kota Bekasi

“Tolong bilang ke pak gubernur, kalau kami Komisi A kecewa dengan pernyataan-pernyataan pak gubernur di media. Dikatakan lah mulut DRPD Kota Bekasi bau sampah, makan uang tipping fee dan sebagainya. Padahal kami hanya mau minta niat DKI untuk mematuhi dan memperbaiki ini. Coba perjanjiannya coba dipenuhi. Inilah masalah kenapa bagi Komisi A DKI Jakarta wanprestasi,” papar Chairoman. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini