Polisi Bekuk Pelaku Pencabulan Di Bekasi

FOTO TIGA PELAKU CABUL ANAK ABG-2MUSTIKA JAYA – Tiga pemuda pelaku pencabulan terhadap gadis ABG berinisial D-W yang terjadi pada Rabu (9/12) dibekuk petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bekasi Kota, Kamis (10/12).

Tiga orang pelaku yang dibekuk ialah Soni, Reza dan Ricky. Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda yaitu dirumah kontrakan pelaku dan salah satu toko bangunan di tempat pelaku tersebut bekerja.
Soni yang menjadi salah seorang pelaku pencabulan tersebut mengungkapkan mulanya korban diajak berkeliling terlebih dahulu. Namun, tak puas begitu saja, Reza yang merupakan teman Soni membawa korban ke sebuah kontrakan kosong yang tak jauh dari rumah korban. Di sanalah pelaku melancarkan aksinya tanpa basa-basi.
Reza mengaku mengenal korban dari krabat dekatnya yang bersama-sama kerja di Toko Bangunan.
“Saya kenal korban awalnya dari sms-smsan. Nomornya dari temen saya, namanya Ricky. Pertamanya saya lagi tidur, terus dia bilang, ‘Woi lu, mau cabe-cabean gak. Cewek gampang nih’,” ungkap Reza.
Eh ternyata, Ricky yang menawarkan Reza mengaku pernah meniduri korban di ladang sawah di daerah Kampung Poncol, Bekasi Timur. Kejadiannya pun serupa, diajak makan, jalan-jalan naik motor dan terus dirayu dan pada akhirnya ‘mau’.
“Yang pertama saya gak tau. Saya makai bulan November, 2 minggu lalu. Pas saya pakai, udah gak perawan. Udah blong. Langsung masuk aja,” kata Ricky pria yang bekerja sebagai petugas keamanan.
Disisi lain, Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo mengatakan kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Para pelakulangsung berhasil diamankan, setelah korban dan keluarganya melapor ke pihak kepolisian.
“Unsur unsur nya sudah terpenuhi. Dan pelaku sudah ditahan. Dari hasil visum, korban mengalami luka sobek di alat vitalnya. Dalam pemeriksaan sejauh ini, tidak ada pemaksaan. Modusnya, bujuk rayu,” kata Siswo.
Atas tindakan tidak terpuji yang dilakukan pelaku, mereka dijerat  dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara maksimal 5 tahun penjara.
Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi Syahroni mengatakan saat ini korban mengalami trauma. Rencanaya korban  akan terus didampingi KPAI Kota Bekasi dan psikolog hingga mental korban kembali pulih dan kasus tersebut tuntas.
“Kami diminta untuk mendampingi korban hingga kasusnya selesai. Hal ini dikarenakan korban masih trauma dan shock,” ujar Syahroni. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini