BEKASI TIMUR – Segenap jajaran pemerintah Kota Bekasi mengaku tidak mengetahui tentang adanya Festival Kuliner Lintas Iman yang diselenggarakan di alun-alun Kota Bekasi, Minggu (17/1) kemarin dan sempat menimbulkan kontroversi.
Dalam festival kuliner tersebut, turut digandeng pula para penganut paham Syiah, Ahmadiyah, OASE, dan lain sebagainya.
“Mereka nggak ada izin. Ilegal itu. Cuma kita belum tau pelaksananya siapa,” ujar pria yang akrab disapa Pepen saat ditemui infobekasi.co.id.
Lanjut dia, Kalaupun ada orang yang secara sengaja, apalagi tidak ada izin, maka hal itu akan ditindak tegas oleh pemerintah daerah.
“Ini adalah tugas pemda. Tapi kan ada institusi terkait dan bagaimana menjaga stabilitas keamanan. Udah tau itu ada mesjid, masa masih ada ‘genjrang genjreng’,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik, Momon, mengungkapkan bahwa secara aturan tentunya harus ada izin terlebih dahulu terkait pelaksanaan acara. Namun, diakuinya memang acara tersebut ilegal dan tak berizin.
“Itu kan mestinya ada izin dulu. Mungkin juklak (petunjuk pelaksanaan) dari pengelolaan alun-alun harus diatur lagi. Harus ada juklak dan juknis (petunjuk teknis)-nya dulu, supaya tidak ada salah paham,” tutur Momon.
Tidak sampai disitu, saat infobekasi.co.id mengonfirmasi ke pihak Camat Bekasi Selatan, Abi Hurairah, juga mengaku tidak adanya konfirmasi tentang pelaksanaan kegiatan Festival Kuliner Lintas Iman tersebut.
“Kelurahan dan kecamatan tidak ada informasi tentang itu. Saya kurang tau kalau misal ada perizinan, kan harus diurus izinnya. Tapi terkait kegiatan tersebut, kemarin itu tidak ada izin,” ungkapnya.
Abi mengaku, setelah mendapat kabar tentang acara tersebut, ia langsung dipanggil oleh sekretaris daerah Kota Bekasi untuk konfirmasi dan diskusi untuk menemukan solusinya bersama-sama. Bukan hanya dari kalangan pemerintah, namun juga ormas, MUI, dan FKUB.
“Iya. Kita memang ada panggilan terkait ini, untuk nantinya mencari bagaimana upaya penyelesaian supaya tidak kejadian lagi. Isu teroris dan sebagainya ini kan sedang marak-maraknya,” pungkas dia saat dihubungi via saluran telepon. (Sel)








































